Bujang Dare Kalbar 2018 FSBM XII Diraih oleh Perwakilan Kayong Utara dan Melawi

Dara berusia 17 tahun itu berharap pemuda-pemudi di Kalimantan Barat membantu dirinya untuk melestarikan budaya yang ada.

Bujang Dare Kalbar 2018 FSBM XII Diraih oleh Perwakilan Kayong Utara dan Melawi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIVALDI ADE MUSLIADI
Dare Kalbar 2018 diraih oleh Riri Wulandari (17) kontingen asal Melawi (kanan baju kuning), dan Bujang Kalbar 2018 diraih oleh Noviandika Rizki Pratama asal Kabupaten Kayong Utara (ketiga dari kiri). Penobatan berlangsung pada tangkai Bujang Dare, di aula Penanjung Island Jl. Merdeka Timur, Rabu (7/11) malam.  

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Riri Wulandari (17) kontingen asal Melawi dinobatkan sebagai Dare Kalbar 2018 pada ajang FSBM XII Kalbar di Kabupaten Sekadau. Sementara untuk Bujangnya disabet oleh Noviandika Rizki Pratama (17) yang merupakan kontingen asal Kayong Utara

Riri menuturkan, dirinya ingin tetap menjaga dan melestarkan budaya melayu, terutama dikalangan muda.

Dara berusia 17 tahun itu berharap pemuda-pemudi di Kalimantan Barat membantu dirinya untuk melestarikan budaya yang ada.

Baca: Disporapar Sekadau Puji Antusias dan Semangat Pemuda Dalam Bidang Olahraga

Baca: Sukses Gelar Turnamen Futsal, LAFS Sekadau Fokus Kembangkan Bakat Pelajar

 Pelajar dari MABM Nanga Pinoh tak menampik masih banyak kaum muda yang acuh tak acuh terhadap kondisi sosial dan budaya. Bahkan, ia akan membuat program demi melestarikan budaya.

“Insya Allah, saya akan mengadakan program yang berkaitan dengan budaya melayu agar pemuda Kalbar bisa lebih memahami, mengetahui dan memikirkannya,” ungkapnya, usai dinobatkan pada tangkai Bujang Dare, di aula Penanjung Island Jl. Merdeka Timur, Rabu (7/11) malam. 

Sementara itu, Bujang Kalbar 2018 Noviandika Rizki Pratama mengatakan, dirinya akan menggali potensi-potensi yang ada di Kalbar. Ia juga mengajak anak muda khususnya kaum milenial untuk lebih mencintai budaya melayu.

“Target (sasaran) anak-anak muda agar lebih mengenal dan menumbuhkan rasa memiliki,” katanya yang juga menyukai olahraga, seni dan membaca buku.

Pelajar berusia 17 tahun dari SMA 1 Kayong Utara itu mengajak, kaum muda khususnya melayu agar menjaga adat dan budaya melayu.

Sehingga tak lekang oleh waktu. Bahkan, ia juga ingin membuat paguyuban pemuda-pemuda tanjak.

“Saya ingin mengubah mindset anak muda, kalau melayu itu keren. Melayu itu asik dan melayu tidak kalah dengan lainnya. Saya ingin mengajak mereka menjag adat dan budaya serta pariwisata yang ada di Kalbar,” pungkasnya.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved