Masyarakat Kalbar Tak Mampu Lewati Passing Grade Tes Pegawai, Ini Kata Pengamat

Seperti di beberapa kabupaten yang ada dari ribuan peserta, dinyatakan lulus setelah ikut CAT hanya 20-30 orang maka sangat memprihatinkan

Penulis: Syahroni | Editor: Dhita Mutiasari
ISTIMEWA
Ilustrasi 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Kebijakan Pemerintah, Erdi Abidin menilai jika masyarakat Kalbar Tak Mampu Lewati Passing Grade tes pegawai dalam analisisnya sebagai berikut. 

Saya sudah mendengar beberapa daerah di Kalbar, hasil seleksi Aparatur Sipil Negara (ASN) dengan menggunakan sistem Computer Assisted Tes (CAT) tidak sesuai dengan harapan, bahkan ditahap pertama yang lulus tidak sampai 50 persen.

Seperti di beberapa kabupaten yang ada dari ribuan peserta, dinyatakan lulus setelah ikut CAT hanya 20-30 orang maka ini sangat memprihatinkan sebetulnya.

Baca: Pantau SKD CPNS, Ini Kata Sekda Kayong Utara

Baca: 300 CPNS Ikuti SKD Hari Pertama di Kayong Utara

Saya sependapat dengan pemerintah daerah yang ingin mengirimkan surat pada pemerintah pusat dalam hal ini Badan Kepegawaian Nasional (BKN), agar ada tindak lanjut dari sistem yang mereka buat ini.

Kita berharap kuota yang telah ditetapkan dari semua daerah yang ada ini dapat dipenuhi dan diisi oleh orang Kalbar juga tentunya.

Seharusnya tes tahap pertama dilakukan paling tidak 50 persen yang daftar harus bisa terjaring dan seterusnya hingga tes selesai dan dinyatakan lulus memenuhi kuota yang ditetapkan.

Saya melihat, banyaknya peserta yang tidak lulus melewati passing grade ini harus dipikirkan pihak pemerintah agar adanya simulasi supaya peserta tidak cangung.

Soal-soal yang ada juga menggambarkan ilmu pengetahuan umum saat masih duduk dibangku sekolah atau kuliah, sedangkan para pelamar ini sudah lima, enam tahun lalu bahkan lebih lulus dari dunia pendidikan sehingga mereka lupa akan soal yang ada.

Kalau perlu yang belum lulus atau belum melewati passing grade ini dilakukan tes ulang lagi, sehingga kuota yang ada terpenuhi. Sayangkan kalau kuota tidak dipenuhi dan nanti diisi orang luar lagi.

Tes inikan sama juga juga dengan dosen yang ngajar dikelas, 10 persen paham tetapi 90 persen mahasiswa nya tidak paham. Jadi jangan sampai seperti itu, artinya perlu simulasi lagi.

Peserta yang telah lulus silahkan lanjutkan, yang tidak lulus dilakukan pemanggilan ulang. Paling tidak orang yang sudah melakukan tes inikan, paling tidak punya pengalaman tentang soal-soal yang ada.

Paling tidak kebutuhan untuk kuota terpenuhi, jangan sampai orang luar masuk lagi ke Kalbar.

Saya pikir tes ini bukan berbicara masalah kualitas SDM yang ada dan minimnya peserta yang mampu melewati passing grade belum bisa kita gambarkan bahwa yang tidak lulus lalu tida memenuhi kompetensi.

Sementara pendaftar ASN inika sudah tamat lama. Ini bukan standar untuk mengukur kualitas seseorang.

Semua orang itu sama, tapi pemerintah ingin yang terbaik tentunya harus ada pengembangan setelah mereka dinyatakan lulus nanti.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved