Peserta Tes CPNS Datang Terlambat, Wabup Aloysius: Sudah Ada Tata Tertib yang Berlaku

Wakil Bupati Sekadau Aloysius, yang kebetulan berada di lokasi tes CPNS di SMK Amaliyah, dan juga dalam rangka meninjau berlangsungnya tes CPNS

Peserta Tes CPNS Datang Terlambat, Wabup Aloysius: Sudah Ada Tata Tertib yang Berlaku
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIVALDI ADE MUSLIADI
Wakil Bupati Sekadau - Aloysius 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rivaldi Ade Musliadi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SEKADAU - Wakil Bupati Sekadau Aloysius, yang kebetulan berada di lokasi tes CPNS di SMK Amaliyah, dan juga dalam rangka meninjau berlangsungnya tes CPNS ikut buka suara terkait adanya satu diantara peserta tes CPNS yang tidak bisa ikut tes akibat terlambat.

Aloy sapaan akrabnya mengatakan, secara keseluruhan tes CPNS yang berlangsung sejak Senin (5/11) kemarin berlangsung lancar, meskipun pada hari ini ada sedikit masalah namun dapat diatasi.

"Secara keseluruhan berjalan lancar, tapi memang tadi ada sedikit kendala ya bukan masalah karena ada peserta yang terlambat. Tapi kita kembalikan kepada kebijakan tim dari pusat, bahwa yang terlambat tidak ada toleransi meskipun terlambat 5 menit, karena akan menganggu yang lain," ujarnya kepada Tribun, Selasa (6/11/2018).

Aloy juga mengatakan, peserta yang terlambat tadi meminta kebijakan kepada panitia dan pemerintah daerah untuk meminta dispensasi.

Baca: Hasil Visum Ajun! Bocah Hilang 2 Hari di Pontianak Ditemukan Tak Bernyawa di Got

Namun, Aloy menegaskan bahwa pemerintah daerah tidak ada kebijakan dalam hal tersebut, dan memang pemerintah daerah juga tidak ada intervensi, baik intervensi waktu maupun yang lain.

Terkait peserta yang telat merasa di diskriminasi, Aloy mengatakan bahwa sudah menjadi kesepakatan yang berlaku untuk hadir sebelum waktu tes dimulai.

"Saya pikir sudah menjadi kesepakatan aturan yang berlaku bahwa paling tidak setengah jam sebelum tes dimulai, peserta sudah hadir di lokasi. Nanti kalau memang dia mengajukan keberatan, tapi tidak ke pemerintah daerah namun harus ke pihak yang menyelenggarakan (kementerian) kita (pemerintah daerah) hanya sebagai fasilitator," tukas Aloy.

Penulis: Rivaldi Ade Musliadi
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved