Dugaan Penculikan Anak

Ajun Ditemukan Meninggal di Got Depan Rumah, Darmanelly: Harus Jadi Pelajaran Orangtua

Sehingga apapun keputusan yang dibuat anak harus dibawah pengawasan orang dewasa.

Ajun Ditemukan Meninggal di Got Depan Rumah, Darmanelly: Harus Jadi Pelajaran Orangtua
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Polisi kembali menggelar olah tempak kejadian hilangnya Ajun anak berusia 1,3 tahun di Komplek Villa Ria Indah, Jalan Daranandong, Pontianak Timur, Kalimantan Barat, Senin (5/11/2018) pagi. Ajun diketahui menghilang pada Minggu pagi di rumahnya saat bermain, Polda Kalbar mengerahkan anjing pelacak untuk membantu pencarian Ajun. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kasus meninggalnya Ajun yang masih balita umur satu tahun tiga bulan, yang sempat hilang setelah dua hari dinyatakan hilang, Minggu (4/11) lalu.

Jasadnya ditemukan didalam saluran depan rumahnya, Kompleks Villa Ria Indah block F nomor, 3 Tanjung Hulu Pontianak Timur, harus menjadi pelajaran bagi semua orangtua agar berhati-hati mengawasi anak bermain.

Kepala Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DP2KBP3A) Pontianak, Darmanelly menerangkan, anak-anak belum bisa membedakan mana yang baik bagi dirinya dan mana yang buruk. Sehingga apapun keputusan yang dibuat anak harus dibawah pengawasan orang dewasa.

Baca: WNI di Jepang Tertipu Ratusan Juta, Korban Beberkan Modus Pelaku

"Apalagi anak balita, apapun yang dilakukan nya harus dibawah pengawasan orangtua," uvap Darmansaat diwawancarai, Selasa (6/11/2018).

Terkadang memang harus diajarkan anak mandiri, cara mengajarkan anak mandiri dengan menyuruhnya mencoba mengerjakan sendiri apa yang bisa mereka kerjakan, seperti mandi, memakai baju, makan, dan melakukan pekerjaan sesuai kemampuannya.

Untuk tempat yang berbahaya, misal berenang, memanjat, atau bersepeda, orangtua harus betul-betul melakukan pengawasan ketat. Sehingga di tempat bermain seharusnya ada orang dewasa yang menjaganya.

Baca: Hari Kedua, 17 Peserta Tes CPNS di Sekadau Lulus SKD

Selain itu, Darmanelly menyarankan tempat bermain anak tidak boleh ada benda berbahaya seperti ada yang tajam atau runcing. Khawatir anak berlari, lalu jatuh ketempat yang tidak aman.

"Kembali ke kasus anak yang tenggelam di depan rumahnya. Kasus ini harus menjadi oerhatian kita semua, agar kolamnya ditutu atau pintunya ditutup supaya anak tidak jatuh ke parit,"sarannya.

Ia berpendapat, mungkin sebelum jatuh anak melihat sesuatu yang menarik hatinya untuk menghampiri, seperti ada kupu-kupu yang terbang, bunga yang indah, atau anak melihat bayangannya di air sehingga ia mendekati saluran.

Orangtua harus berhati-hati terhadap kolam, parit, sumur, karena kalau jatuh beresiko tenggelam sehkngga anak terganggu pernapasannya dan tidak bisa berteriak minta pertolongan, akibatnya sangat fatal.

"Nasehat kepada semua orangtua agar selalu menjaga buah hatinya. Jangan sampai terjadi hal yg tidak diinginkan. Saat sudah tidurpun sesekali harus dilihat anaknya apakah tidurnya aman. Mana tau lehernya terlilit selimut atau hidungnya ketutupan bantal," ujarnya.

Penulis: Syahroni
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved