Jelang Puncak Robo-robo, Keraton Mempawah Cuci Pusaka.

Pencucian benda pusaka ini turut di saksikan langsung oleh tamu undangan yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Jelang Puncak Robo-robo, Keraton Mempawah Cuci Pusaka.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Ritual Budaya Mandi (membersihkan) pusaka kerajaan, yang merupakan satu rangakaian ivent budaya Robo - Robo, Senin (05/11/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH- Sejumlah Rangkaian kegiatan dalam iven budaya Robo - Robo telah di laksanakan.

Setelah pagi tadi pihak keluarga Kerajaan yang di pimpin langsung oleh Raja Mempawah ke-XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim melaksanakan pelepasan Puaka / satwa, sore ini keluarga kerajaan mengadakan ritual budaya Mencuci benda pusaka peninggalan Istana Amantubillah Mempawah di Taman Benteng Batu, yang berada di lingkungan Istana Amantubillah.

Baca: Persiapan Puncak Robo-robo Capai 98 Persen, Inilah Dampak Positif Yang Diharapkan Pemkab Mempawah

Baca: Acara Pelepasan Satwa di Keraton Amantubillah Mempawah Dalam Rangkaian Robo-robo

Sejumlah barang pusaka pun di keluarkan dan di bawa menuju taman untuk di cuci.

Pedang, Pisau, Tombak, Meriam dan berbagai pusaka dikeluarkan untuk di cuci dan di bersihkan.

Pencucian benda pusaka ini turut di saksikan langsung oleh tamu undangan yang berasal dari berbagai wilayah Indonesia.

Raja Mempawah ke-XIII Pangeran Ratu Mulawangsa Mardan Adijaya Kesuma Ibrahim mengatakan bahwa membersihkan pusaka ini berarti untuk kembali mengingat sejarah dan menghargai sejarah.

"kita bersih kan pusaka, artinya leluhur kita, kita ingat kembali, seperti saat kita Ziarah, kuburan kita bersihkan, artinya apa kita mengingat kembali sejarah kita, asal kita,"tuturnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved