Pelaku dan Penadah Curanmor Berhasil Terungkap Saat Operasi Zebra

Nasib apes menimpa DY warga Desa Mandor Kiru, Kecamatan Jelimpo, karena sedang Ops Zebra akhirnya terkuak sepak terjangnya

Pelaku dan Penadah Curanmor Berhasil Terungkap Saat Operasi Zebra
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
FS dan DY bersama barang bukti saat diamankan di Mapolsek Ngabang 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Alfon Pardosi

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Nasib apes menimpa DY warga Desa Mandor Kiru, Kecamatan Jelimpo, karena sedang Ops Zebra akhirnya terkuak sepak terjangnya sebagai pelaku curanmor.

Dimanaa saat itu berawal ketika FS yang masih pelajar dan beralamat di Desa Paku Raya, Kecamatan Kuala Behe melintas menggunakan sepeda motor matic jenis Honda Vario.

FS kemudian terjaring razia pada saat Sat Lantas Polres Landak menggelar Ops Zebra di depan Pos Lantas Ngabang pada hari Kamis (1/11/18).

FS kemudian diminta untuk menunjukan surat kendaraan, namun dia tidak dapat menunjukan kelengkapan surat kendaraan.

Baca: PB PMII Minta Kader Cegah Radikalisme

Merasa curiga dengan keadaan motor yang tanpa dilengkapi plat nomor polisi dan gerak gerik mencurigakan, segera saja petugas razia menyerahkan FS ke Polsek Ngabang untuk diinterogasi.

Alhasil, FS mengakui bahwa dirinya membeli motor tersebut dengan harga murah dan tanpa dilengkapi surat kendaraan. FS juga mengakui bahwa motor tersebut dia beli dari saudara DY.

Dari pengembangan interogasi serta hasil pengecekan terhadap nomor mesin dan nomor rangka kendaraan, diketahui bahwa kendaraan tersebut sesuai dengan kendaraan yang pernah dilaporkan hilang pada tanggal 14 Oktober 2018 lalu.

Dengan TKP di Dusun Semabak Desa Ambarang, Kecamatan Ngabang. Berdasarkan hasil lidik dan pengembangan, segera saja Tim Buser Polsek Ngabang yang dipimpin oleh Bripka Sugianto beserta beberapa anggotanya melakukan pengejaran dan penangkapan terhadap DY.

Dimana berdasarkan informasi bahwa DY masih berada di Desa Mandor Kiru. Tanpa perlawanan berarti DY berhasil dibekuk dan digelandang ke Polsek Ngabang pada Jum'at (2/11/18).

Dalam pemeriksaan awal DY masih berkelit, namun setelah dikonfrontir dengan FS dia pun tak bisa berkilah lagi. Serta mengakui bahwa motor tersebut diambilnya dari Dusun Semabak dan kemudian menjualnya kepada FS.

Kini FS dan DY mendekam di hotel prodeo Polsek Ngabang, untuk mempertanggung jawabkan perbuatanya.

"Untuk FS kita kenakan pasal 480 KUHP yaitu penadahan, dan untuk DY dikenakan pasal 363 KUHP" ujar Kapolsek Ngabang melalui anggonta Sugianto.

Penulis: Alfon Pardosi
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved