Lindungi Konsumen Dari Kehalalan Produk Tim Pengendalian dan Pengawas Lakukan Sosialisasi

Sebagai upaya melindungi konsumen terhadap kehalalan produk pangan, obat-obatan, kosmetika dan produk lainnya,

Lindungi Konsumen Dari Kehalalan Produk Tim Pengendalian dan Pengawas Lakukan Sosialisasi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Sebagai upaya melindungi konsumen terhadap kehalalan produk pangan, obat-obatan, kosmetika dan produk lainnya, Tim Pengendalian dan Pengawasan Produk Pangan Higienis dan Halal Kota Singkawang menggelar Sosialisasi dan Pengawasan Produk Pangan Higienis dan Halal di Ruang Bumi Betuah Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (1/11). 

Citizen Reporter
Media Center Singkawang, Vhutra

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sebagai upaya melindungi konsumen terhadap kehalalan produk pangan, obat-obatan, kosmetika dan produk lainnya, Tim Pengendalian dan Pengawasan Produk Pangan Higienis dan Halal Kota Singkawang menggelar Sosialisasi dan Pengawasan Produk Pangan Higienis dan Halal di Ruang Bumi Betuah Kantor Wali Kota Singkawang, Kamis (1/11/2018).

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Pj. Sekda Singkawang Bujang Syukri dihadiri OPD terkait, Kementerian Agama Singkawang Kantor Kementerian Agama, MUI dan pelaku usaha di Kota Singkawang.

Baca: Berikut Daftar Juara Kejurnas Basket Kalbar

Pj. Sekda Bujang Syukri, mengatakan prinsip dasar untuk mewujudkan produk yang halal, sehat dan bermutu adalah dengan memperhatikan kesehatan pekerja, kebersihan lingkungan, perlengkapan kerja dan bahan-bahan yang digunakan dalam proses produksi. 

“Dengan upaya dimaksud maka masyarakat akan terlindungi dari bahaya mikroba patogen yang menyebabkan penyakit,” katanya.

Dalam sosialisasi ini, kata Bujang Syukri membahas tulisan label halal yang dibuat oleh pelaku usaha restoran, rumah makan dan produk olahan lainnya. 

“Pelaku usaha restoran, rumah makan telah membuat label halal, padahal pelaku usaha tersebut tidak pea mengurus sertifikasi halal dari MUI Singkawang. Ini yang kita bahas pada sosialisasi,” ujarnya.

Ditempat yang sama, Ketua MUI Singkawang Muklis AR mengatakan banyak pelaku usaha di Kota Singkawang yang memasang label halal baik dengan tulisan latin maupun tulisan arab ditempat usahanya. Padahal tidak pernah mengurus sertifikasi halal. Hal tersebut, katanya tidak diperkenankan apalagi ada yag menulis 100% halal.

“Tidak diperkenankan membuat label 100% halal tanpa mengurus sertifikasi halal. Itu tidak ada dalam agama Islam karena produk halal berarti halal dalam proses pengolahan dan pembuatannya,” katanya.

Ia berharap dengan sosialisasi ini diharapkan mampu memberikan informasi dan wawasan kepada pelaku usaha untuk menghasilkan produk yang halal, sehat dan bermutu.

“Semoga sosialisas ini memberikan informasi dan wawasan kepada pelaku usaha menghasilkan produk yang halal, sehat dan bermutu,” harapnya.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved