Uang Beredar Tumbuh Meningkat pada September 2018

Peningkatan pertumbuhan M2 didorong oleh komponen uang kuasi yang meningkat dari 5,2% (yoy) pada Agustus 2018 menjadi 6,3% (yoy) September 2018

Uang Beredar Tumbuh Meningkat pada September 2018
NET
Ilustrasi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Bank Sentral Republik Indonesia merilis likuiditas perekonomian atau uang beredar dalam arti luas (M2) tumbuh meningkat pada September 2018. Posisi M2 tercatat Rp5,606,3 triliun atau tumbuh 6,7% (yoy), lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 5,9% (yoy).

Peningkatan pertumbuhan M2 didorong oleh komponen uang kuasi yang meningkat dari 5,2% (yoy) pada Agustus 2018 menjadi 6,3% (yoy) pada September 2018.

Akselerasi pertumbuhan M2 sedikit tertahan oleh perlambatan pertumbuhan komponen M1 sebesar 8,2% (yoy) pada September 2018, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan bulan sebelumnya sebesar 8,6% (yoy).

Baca: Hari Ini Polres Kapuas Hulu Gelar Deklarasi Pemilu Damai

Baca: Wah! Pelaku UKM Asal Kapuas Hulu Terima Anugerah Smesco Award 2018 dari Menteri Koperasi dan UKM

Berdasarkan faktor yang memengaruhi, pertumbuhan M2 didorong oleh peningkatan aktiva dalam negeri bersih, terutama dari ekspansi operasi keuangan Pemerintah Pusat (Pempus) dan peningkatan pertumbuhan kredit. Aktiva dalam negeri bersih pada September 2018 tumbuh meningkat menjadi 11,0% (yoy), lebih tinggi dibandingkan pertumbuhan pada bulan sebelumnya 9,0% (yoy).

Sumber data departemen komunikasi melalui website resmi Bank Indonesia menyebut peningkatan pertumbuhan tersebut dipengaruhi oleh ekspansi operasi keuangan Pempus yang tercermin dari tagihan bersih kepada pemerintah pusat yang tumbuh 4,5% (yoy), berbalik arah dibandingkan bulan sebelumnya yang terkontraksi 2,8% (yoy).

Sementara itu, kredit yang disalurkan perbankan pada September 2018 tercatat tumbuh 12,4% (yoy) atau menjadi Rp5,137,2 triliun.

Namun, akselerasi pertumbuhan M2 tersebut tertahan oleh pertumbuhan aktiva luar negeri bersih yang tumbuh -3,9% (yoy), terkontraksi lebih dalam dibandingkan bulan sebelumnya sebesar -1,7% (yoy).

Transmisi peningkatan suku bunga kebijakan Bank Indonesia terus belanjut. Pada September 2018, rata-rata tertimbang suku bunga simpanan berjangka mengalami kenaikan, terutama pada tenor jangka pendek 1, 3 dan 6 bulan yang tercatat masing-masing sebesar 6,32%, 6,26%, dan 6,56%, meningkat dibandingkan bulan sebelumnya sebesar 6,20%, 6,12%, dan 6,37%.

Sementara itu, kenaikan suku bunga simpanan berjangka tenor panjang 12 dan 24 bulan relatif lebih terbatas, dari masing-masing sebesar 6,24% dan 6,76% menjadi 6,25% dan 6,80% pada September 2018. Demikian halnya dengan rata-rata tertimbang suku bunga kredit yang meningkat terbatas sebesar 7 basis poin dibandingkan bulan sebelumnya menjadi 11,01% pada September 2018.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved