Citizen Reporter

Jemaat Gereja Ikuti Sosialisasi Empat Pilar

Demikian disampaikan Anggota DPR/MPR RI Erma Suryani Ranik SH, saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan

Jemaat Gereja Ikuti Sosialisasi Empat Pilar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Anggota DPR/MPR RI Erma Suryani Ranik SH, saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Jemaat Maranatha Pahauman, Selasa (30/10/2018) 

Citizen Reporter

Stephanus Wiwin

Staf

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, LANDAK - Empat pilar kebangsaan yang terdiri dari Pancasila, UUD 1945, NKRI (Negara Kesatuan Republik Indonesia), dan Bhineka Tunggal Ika, tidak saja dipahami akan tetapi harus dapat diamalkan.

Empat pilar sangatlah penting untuk kehidupan berbangsa dan bernegara. Ketika masyarakat Indonesia mengerti dan mengamalkannya, persatuan dan kesatuan akan terus terjaga.

Baca: Terkendala Kawasan Hutan Lindung, 83 Desa di Kapuas Hulu Tertinggal Hingga Sangat Tertinggal

Baca: Gedung Disdik Kayong Utara Nyaris Terbakar

Demikian disampaikan Anggota DPR/MPR RI Erma Suryani Ranik SH, saat menyampaikan sosialisasi empat pilar kebangsaan, di Gereja Kalimantan Evangelis (GKE) Jemaat Maranatha Pahauman, Selasa (30/10).

Acara sosialisasi diikuti 13 jemaat dalam kawasan GKE Resort Pahauman, dari jemaat Gereja Pentakosta di Indonesia (GpdI), Gereja Kristen Setia Indonesia (GKSI) dan umat dari Gereja Katolik.

Wakil Ketua Komisi III DPR RI Fraksi Partai Demokrat itu memaparkan, saat ini nilai-nilai kebangsaan dan penghayatan Pancasila selaku ideologi negara sudah mulai luntur didalam kehidupan masyarakat Indonesia. Ini ditandai oleh adanya paham-paham radikal di negeri ini.

“Ini kewajiban kami untuk memberikan pencerahan dan pemahaman kebangsaan melalui sosialisasi empat pilar. Tujuan sosialisasi empat pilar ini, untuk menumbuhkan lagi semangat kebangsaan dan nasionilsme masyarakat Indonesia. Tentunya, peserta sosialsasi harus menyambungkan atau menyampaikan sosialisasi empat pilar ini ke masyarakat lainnya, khususnya di lingkungannya,” pinta politisi Partai Demokrat tersebut.

Erma memaparkan, saat ini masyarakat Indonesia mengalami krisis percaya diri. Itu dapat terlihat dari gaya hidup masyarakat kini banyak yang bergantung dunia luar. Krisis percaya diri akibat tidak memfilter budaya luar dan teknologi dan informasi yang semakin canggih. Dirinya khawatir, bila hal itu dibiarkan akan berdampak terhadap mental rakyat Indonesia.

Halaman
12
Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved