Mufidah Kalla Tegaskan Dekranas Mitra Kerja Pemerintah Kembangkan Warisan Budaya
Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla menegaskan pada prinsipnya Dekranas merupakan mitra kerja pemerintah
Penulis: Jimmi Abraham | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Dewan Kerajinan Nasional (Dekranas) Mufidah Jusuf Kalla menegaskan pada prinsipnya Dekranas merupakan mitra kerja pemerintah dalam upaya mengembangkan warisan budaya nusantara yang diwujudkan dalam produk kerajinan industri.
“Kerajinan kriya merupakan bagian dari ekonomi kreatif yang bertumbuh sangat cepat. Berkembang hampir di seluruh pelosok tanah air dan sangat bervariasi dari skala mikro sampai menengah,” ungkapnya saat hadiri pengukuhan pengurus Dewan Kerajinan Nasional Daerah (Dekranasda) Kalimantan Barat Periode 2018-2023 di Pendopo Gubernur Kalimantan Barat, Selasa (30/10/2018).
Mufidah Kalla menambahkan produk kerajinan secara historis sangat lekat dengan keseharian kehidupan rakyat Indonesia. Produk kerajinan bisa menjadi andalan mata pencarian masyarakat, terutama melalui pemanfaatan bahan baku lokal.
Baca: Tingkatkan Kenyamanan Investor di Lantai Bursa, KSEI Kembangkan Beberapa Rencana Strategis
“Berdasarkan hal itu, maka produk kerajinan yang diproduksi para perajin sangat banyak jenis dan ragamnya. Mulai dari anyaman gerabah, keramik, perhiasan, batik, tenun ,kerajinan logam, kayu dan lain-lain,” katanya.
Beberapa waktu terakhir bahkan berkembang pula produk kerajinan yang memanfaatkan bahan baku dari bahan daur ulang. Mufidah mengakui Kalimantan Barat punya produk kerajinan unggulan daerah seperti tenun, songket, anyaman, gerabah, kerajinan dari kulit kayu dan lainnya.
“Tenun ikat Sintang telah menjadi salah satu enam daerah prioritas pengembangan tenun yang dilakukan oleh Dekranas,” imbuhnya.
Ia menambahkan beberapa produk kerajinan Indonesia sudah dapat bersaing di pasar mancanegara. Namun, persaingan di pasar dunia saat ini semakin berat. Menurut dia, upaya meningkatkan daya saing produk kerajinan Indonesia masih perlu terus menerus diupayakan.
“Saya berharap pengurus Dekranasda Provinsi Kalbar yang baru bekerja keras. Meningkatkan kemampuan dengan pemanfaatan sumber daya yang ada guna menghasilkan produk kerajinan yang berdaya saing,” pintanya.
Satu diantara upaya yang dapat dilakukan adalah selalu melakukan inovasi dan sertifikasi produk. Ia mengingatkan tren bersaing dan tren produk kerajinan sangat cepat berubah. Intentitas tradisional patut dipertahankan, namun jangan sampai jadi pengekang berkreasi.
“Kreatifitas inovasi dan teknologi perlu ditingkatkan agar kehadiran nuansa warisan budaya tetap harmoni dengan kekinian. Sehingga, produk kerajinan menjadi produk yang sangat diminati dan memiliki daya saing tinggi di pasar global,” timpalnya.
Mufidah tidak menampik ada kasus yang terjadi di beberapa daerah dan beberapa jenis produk kerajinan yakni perajinnya sudah berkurang dan beralih profesi atau sudah sangat tua sehingga produktifitasnya menurun.
“Dekranasda Provinsi Kalbar harus memperhatikan masalah regenerasi. Regenerasi perajin dapat dilakukan melalui berbagai pelatihan bagi para generasi muda. Di samping itu, bisa juga melalui sekolah kejuruan yang ada,” pesannya.
Ia berharap ada jurusan kriya yang dapat menciptakan wirausaha baru di bidang pemasaran. Pasalnya, persaingan juga sangat ketat khususnya pemasaran dan pemamfaatan belanja online.
“Agar tidak ketinggalan dan untuk meningkatkan serta memperluas jaringan pemasaran, saya harap para perajin Kalimantan Barat memanfaatkan penggunaan pemasaran online. Selamat kepada pengurus baru, selamat bekerja. Kunjungan saya dalam rangka meningkatkan sinergi antara Dekranas dan Dekranasda dengan tujuan memajukan para perajin nusantara,” pungkasnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/kerajinan-tenun-khas_20181030_190157.jpg)