Festival Minum Madu Terbanyak Sukses Diikuti 2500 Peserta

Festival Minum Madu ini menampilkan keanekaragaman budaya berupa pakaian adat dari berbagai suku yang ada di sekitar Danau Sentarum

Festival Minum Madu Terbanyak Sukses Diikuti 2500 Peserta
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
sebanyak 2500 peserta yang terdiri dari peserta Kemah Bakti Serumpun, pejabat serta masyarakat mengikuti Festival Minum Madu Terbanyak 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Festival Danau Sentarum 2018 kembali digelar dengan mengusung tema "Memacu Ekowisata Lintas Batas di Jantung Borneo". Rangkaian Festival Danau Sentarum dipusatkan di kawasan Taman Nasional Danau Sentarum dengan kegiatan pendukung di Lanjak Kecamatan Batang Lupar dan Kota Putussibau, Kabupaten Kapuas Hulu hingga 29 Oktober.

Event yang telah melewati rangkaian pembuka festival yaitu Kontes Arwana Super Red di Gedung Serbaguna, Kota Putussibau pada Kamis 25 Oktober ini, resmi ditutup Bupati Kapuas Hulu di Desa Lanjak Kecamatan Batang Lupar, Minggu malam (28/10/2018).

Baca: Festival Minum Madu Terbanyak Meriahkan Festival Danau Sentarum 2018

Baca: Hari Ini Festival Danau Sentarum Berakhir, Dihiburi Artis Ibu Kota Jakarta

Salah satu yang menarik dalam rangkaian pembuka Festival Danau Sentarum 2018 yang dimulai dengan karnaval budaya adalah Festival Minum Madu Terbanyak yang diikuti 2500 peserta, terdiri dari Kemah Bakti Serumpun, masyarakat setempat dengan pakaian adat dan wisatawan.

Festival Minum Madu ini menampilkan keanekaragaman budaya berupa pakaian adat dari berbagai suku yang ada di sekitar Danau Sentarum yang dikemas dalam karnaval budaya, seperti Suku Melayu, Dayak lban, Dayak Kantuk, Taman dan Tamambaloh.

Event yang menargetkan 1000 peserta yang terdiri dari para pelajar, mahasiswa, masyarakat sekitar dan unsur pemerintah ini sukses melampaui target.

Konsep ini mengusung momen Sumpah Pemuda yang diperingati 28 Oktober sekaligus ikrar dukungan terhadap pelestarian kawasan Danau Sentarum dari perwakilan seluruh suku di sekitar kawasan yang melambangkan ke-Bhinekaan. Pada momen ini peserta secara bersama-sama mengucapkan ikrar Sumpah Pemuda dan ikrar Festival Danau Sentarum.

Event ini ditutup dengan minum madu organik massal yang berasal dari kawasan Danau Sentarum. Sesi ini membawa pesan tentang potensi madu yang dihasilkan Kawasan Taman Nasional dan sekitarnya yang memberikan peluang peningkatan ekonomi masyarakat.

Kepala Balai Besar Taman Nasioanal Betung Karihun dan Danau Sentarum, Arief Mahmud mengatakan setiap tahun, setidaknya dihasilkan 15-20 ton madu dari Danau Sentarum dengan menggunakan sistem pemanenan yang ramah lingkungan. Sertifikasi Biocert sebagai lembaga inspeksi dan sertifikasi organik dan ecososial menjadikan madu Danau Sentarum sebagai madu yang memiliki kualitas terbaik dan berorientasi kepada konservasi.

Arief mengatakan Cagar Biosfer akan menciptakan nilai tambah dari produk yang dihasilkan oleh masyarakat Kapuas Hulu terutama hasil hutan.

Di dunia internasional, kata Arief masyarakat sangat memberikan apresiasi kepada wilayah yang sudah ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia sehingga mereka akan memberi nilai tambah kepada produk yang dihasilkan.

"Kami dengan beberapa pihak sedang merancang produk madu yang nantinya akan dibranding dengan cagar biosfer, untuk dijual ke Korea dan Jepang karena mereka sangat tertarik dengan madu Danau Sentarum, dengan mereka mengetahui produk dihasilkan dari jaringan cagar biosfer akan semakin mendorong mereka berkontribusi," ujarnya.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved