Ada Rp 4 Ribuan Triliun Uang Berputar di Pasar Saham, 95 Persen Dari 'Dana Lokal' Punya Investor

Pertumbuhan investor di bursa saham hingga 2018 ini terbilang luar biasa. Setidaknya, saat ini, ada 1,4 juta orang yang tercatat menjadi investor

Ada Rp 4 Ribuan Triliun Uang Berputar di Pasar Saham, 95 Persen Dari 'Dana Lokal' Punya Investor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Kepala Unit Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan PT KSEI, Adisty Widyasari, saat berikan pemaparan tentang update investasi di bursa saham Indonesia, serta fasilitas perlindungan investor yang disiapkan pihaknya, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertumbuhan investor di bursa saham hingga 2018 ini terbilang luar biasa. Setidaknya, saat ini, ada 1,4 juta orang yang tercatat menjadi investor dengan kepemilikan saham di lantai bursa tanah air.

Dari jumlah sebanyak itu, setidaknya terkumpul dana yang dikelola dan terus berputar sekitar Rp 4.100-an triliun. 55 persen dari total jumlah dana itu, dimiliki oleh investor dalam negeri.

Hal ini sebagaimana diungkapkan Kepala Unit Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), Adisty Widyasari, dalam agenda sosialisasi dan edukasi AKSes, di Pontianak, Selasa (30/10/2018).

Baca: Maia Estianty Ungkap Babak Baru di Hidupnya, Ucap Alhamdulillah Menikah dengan Irwan Mussry

Mayoritasnya dana milik warga negara Indonesia yang sudah lebih dari 50 persen total nilai saham di Indonesia ini menurutnya menunjukkan sinyalemen yang sangat positif. Setidaknya, menunjukkan bahwa ada kesadaran dari masyarakat untuk terlibat dalam industri keuangan di pasar saham tanah air.

Hanya saja, ia mengungkapkan bahwa sebaran akses terhadap pasar saham di Indonesia terbilang punya disparitas cukup tinggi. 95,5 persen total asset di pasar saham yang bersumber dari dana investor lokal, dimiliki investor asal pulau Jawa.

Pun demikian bila dilihat dari jumlah investor per individu yang masuk ke pasar saham. "Kalau dilihat dari investor-nya, memang 74,59 persen itu ada di pulau Jawa," ungkap Adisty.

Disparitas ini terbilang lebar. Ambil contoh, Sumatera yang menjadi wilayah terbesar ke dua dalam 'penyumbang' investor dan kepemilikan pasar sahamnya hanya, 14,05 persen untuk jumlah investor dan 1,46 persen untuk kepemilikan asset.

Semakin timpang bila disejajarkan dengan Maluku dan Papua, yang ada di posisi buntut. Gabungan keduanya, total investor dari wilayah tersebut hanya 1,12 persen, dengan kepemilikan aset sekitar 0,06 persen.

Di atasnya, ada Bali yang 'menyumbang' 2,66 persen jumlah investor dengan kepemilikan aset 0,166 persen. Sulawesi, sedikit lebih baik dengan sumbangan 3,35 persen, dan pemilikan aset 0,19 persen.

Lantas bagaimana dengan Kalimantan?. Ternyata, pulau Borneo menempati posisi ke tiga dari tiga besar.

"Untuk Kalimantan itu ada di urutan ke tiga terbesar. Jumlah investor 4,24 persen, dengan kepemilikan ekuitas 2,18 persen dari total yang ada," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved