2013 Hanya 281 Orang, Investor di Bursa Saham Indonesia Tumbuh Cepat Hingga Jutaan Orang di 2018

Pertumbuhan investor di industri keuangan di pasar saham tanah air terbilang fantastis. Dari yang hanya ratusan ribu orang di 2012

2013 Hanya 281 Orang, Investor di Bursa Saham Indonesia Tumbuh Cepat Hingga Jutaan Orang di 2018
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Kepala Unit Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan PT KSEI, Adisty Widyasari, saat berikan pemaparan tentang update investasi di bursa saham Indonesia, serta fasilitas perlindungan investor yang disiapkan pihaknya, Selasa (30/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pertumbuhan investor di industri keuangan di pasar saham tanah air terbilang fantastis. Dari yang hanya ratusan ribu orang di 2012, tumbuh menjadi jutaan orang di 2018 ini.

"Pertumbuhan investor di bursa saham Indonesia sejauh ini sangat baik. Di mana pada 2018 ini, ada lebih dari satu juta orang tercatat sebagai investor," ujar Kepala Unit Pemasaran dan Komunikasi Perusahaan PT KSEI, Adisty Widyasari, dalam agenda sosialisasi dan edukasi AKSes, Selasa (30/10/2018).  

Lebih rinci ia membeberkan, dalam lebih dari satu dekade terakhir, peningkatan tersebut terbilang pesat. Jika di 2012 hanya ada sekitar 281 dibuat investor, maka pada 2018 ini, pihaknya mencatat ada 1,4 juta orang menjadi investor di bursa saham tanah air.

Baca: DPRD Singkawang Gelar Paripurna Pendapat Akhir Fraksi Tentang Perubahan APBD 2018

"Peningkatan tertinggi itu ada di rentang 2015 ke 2016. Di mana investor awalnya pada 2015 total investor 434 ribuan orang, berkembang menjadi 894 ribuan investor pasar modal di 2016-nya," katanya lagi. 

Hal inipun menurutnya menjadi sinyalemen positif bagi perekonomian. Karenanya, sebagai lembaga penyimpanan dan penyelesaian(LPP) di Pasar Modal Indonesia, yang menyediakan layanan jasa kustodian sentral dan penyelesaian transaksi efek, pihaknya berikan komitmen terbaik dalam perlindungan dan berikan kemudahan serta kenyamanan aktivitas investasi bagi investor.

Satu di antaranya lewat fasilitas AKSes. Fasilitas ini, memungkinkan investor memantau semua perkembangan aset ekuitas yang dimilikinya secara real-time, meski ditempatkan dalam beberapa perusahaan penyedia layanan investasi saham yang berbeda.

Penulis: Ishak
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved