Senior Menager MURI Sebut Desa Sijang Luar Biasa dan Membanggakan

Senior Manager Musium Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo, menyebutkan. Apa yang dibuat oleh putra-putri Indonesia di Desa Sijang

Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Pelaksanaan kegiatan pemecahan rekor Muri meriam bambu terbanyak, di Kecamatan Sijang, Minggu (28/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Senior Manager Musium Rekor Indonesia (MURI) Awan Rahargo, menyebutkan. Apa yang dibuat oleh putra-putri Indonesia di Desa Sijang adalah sesuatu hal yang luar biasa dan membanggakan.

“Hari ini (Minggu) menjadi yang sangat spesial bagi kami tim rekor MURI, yaitu pada peringatan sumpah pemuda 2018 dan ini dilaksanakan di Desa Sijang, Kecamatan Galling, Kabupaten Sambas," ujarnya, Senin (29/10/2018).

"Menyelenggarakan kegiatan pemecahan Rekor Muri yaitu dengan menampilkan Mariam Bambu. Banyak Rekor di Indonesia dan Rekor ini sekaligus yang memecahkan rekor muri yang sebelumnya tahun 2017 di kabupaten Pasaman di Sumatera Barat sebanyak 1821 meriam,” sambungnya.

Baca: KPU Kalbar Sebut DPT dan Pemilih Non DPT Masih Berproses

Ia menjelaskan, hari ini masyarakat Kabupaten Sambas di Desa Sijang secara khususnya telah mampu memecahkan rekor tersebut dengan sebanyak menampilkan 2018 meriam bambu.

“Dan ini catatan yang memang masuk dalam salah satu kriteria rekor itu, yang superlative adalah bentuk kegiatann yang sifatnya terbanyak terbesar ataupun durasi waktu yang tercepat. Oleh karenannya museum rekor dunia Indonesia telah memferivikasi rekor pada hari ini," tuturnya

Oleh karenanya, Rekor Muri itu dipersembahkan kepada masyarakat. Dengan kerjasama antara Kepala Desa Sijang, Kecamatan Galling, dan juga ketua umum DPP HIMPI Indonesia serta Kementerian Pemuda dan olahraga.

Dengan demikian, kegiatan itu menjadi sebuah momentum di mana dalam penyelenggaraan festival ada sebuah tradisi budaya. Yang di mana meriam bambu biasanya ditampilkan hanya dalam rangka acara-acara adat istiadat, keagamaan dan budaya .

“Ini adalah tradisi budaya yang wajib hukumnya bagi kami generasi muda di sini untuk melestarikan dan menjaga itu semua. Itu lah visi dan misi kami menggelorakan semangat kebanggan bangsa yang ada,” kata Awan Rahargo.

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved