Bhabinkamtibmas Hadiri Ritual Adat Dayak Sanksi Sarakng Darah

Dalam kegiatan ritual adat tersebut dipimpin oleh Temengung Adat Dayak Kota Singkawang Rudi Adi Dalmawi dan Selaku pembaca doa

Bhabinkamtibmas Hadiri Ritual Adat Dayak Sanksi Sarakng Darah
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Bertempat di Rumah panjang adat Dayak Kota Singkawang Jl. Baru Norio RT. 04 RW. 01 Kel Sijangkung Kec Singkawang Selatan, Bhabinkamtibmas Kel. Sijangkung, Brigpol Fransiskus Herianto menghadiri pelaksanaan kegiatan ritual adat Dayak Sanksi Sarakng Darah atas peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh AB terhadap VP yang terjadi di SPBU Kel. Pasiran Kec Singkawang Barat, Minggu (28/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Bertempat di Rumah panjang adat Dayak Kota Singkawang Jl. Baru Norio RT. 04 RW. 01 Kel Sijangkung Kec Singkawang Selatan, Bhabinkamtibmas Kel. Sijangkung, Brigpol Fransiskus Herianto menghadiri pelaksanaan kegiatan ritual adat Dayak Sanksi Sarakng Darah atas peristiwa pemukulan yang dilakukan oleh AB terhadap VP yang terjadi di SPBU Kel. Pasiran Kec Singkawang Barat, Minggu (28/10/2018).

Dalam kegiatan ritual adat tersebut dipimpin oleh Temengung Adat Dayak Kota Singkawang Rudi Adi Dalmawi dan
Selaku pembaca doa (Panyangahant) Mahadi.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Adat Dayak Kota Singkawang Aloysius Kilin, Perwakilan IKAMA Kota Singkawang Edi Sukardi, Tokoh masyarakat Dayak Kota Singkawang Luis Bahian, orang tua pelaku, perwakilan orang tua korban, Babinsa Kel Pasiran Sertu Hardi, perwakilan Polres Singkawang IPDA L. Y. Sitompul, korban pemukulan dan undangan yang hadir sebanyak sekira 20 orang.

Baca: Kemenpora Gelar Kirab Budaya di Mempawah Bertajuk Panggung Pemuda

Dalam kegiatan ritual adat tersebut pelaku terbukti melanggar pasal 24 b Hukum Adat Dayak dengan dikenai sanksi hukum adat berupa 6 tail tangah.
Selanjutnya pelaku telah membayar uang sanksi adat sebesar Rp. 13 juta.

Dengan dilaksanakannya kegiatan ritual adat Dayak Sanksi Sarakng Darah tersebut maka kedua belah pihak telah sepakat untuk damai dan tidak saling dendam dan menganggap permasalahan tersebut telah selesai yang dituangkan dalam Berita Acara Hukum Adat Dayak Nomor : 2/Tim Skw/X/2018 tanggal 27 Oktober 2018.

Kegiatan ritual adat Dayak Sanksi Sarakng Darah tersebut dapat berjalan dengan lancar.

Penulis: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved