Literasi Keuangan Penting Bagi Masyarakat Agar Terhindar Jadi Korban Investasi Bodong

Menjadi sebuah ancaman manakala situasinya saat ini banyak investasi bodong yang membuat masyarakat tergiur dengan return yang besar.

Literasi Keuangan Penting Bagi Masyarakat Agar Terhindar Jadi Korban Investasi Bodong
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISHAK
Gubernur Kalbar, Sutarmidji, dalam agenda Pekan Keuangan Rakyat 2018 yang digagas OJK Kalbar, di atrium Ayani Megamal Pontianak, Sabtu (27/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Mempunyai pemahaman dan informasi lengkap soal sebuah layanan jasa keuangan menjadi hal yang sangat penting. Terutama agar masyarakat terhindar menjadi korban investasi bodong dan juga layanan jasa keuangan lain yang berpotensi merugikan masyarakat.

Sayangnya, literasi keuangan masyarakat Indonesia sejauh ini terbilang rendah. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Republik Indonesia (RI) mengungkapkan capaian literasi keuangan di Indonesia sejauh ini baru mencapai 29 -an persen.

Baca: Pentingnya Inklusi Keuangan Bagi Kemajuan Bangsa

Baca: Biaya Produksi Uang Mahal, Midji Dukung GNNT

"Inklusi keuangan di Indonesia itu 67 persen, tapi literasi hanya 29 persen, sehingga ada gap. Jadi pemahaman (tentang literasi keuangan) itu perlu ditingkatkan. Ini penting," ujar Anggota Dewan komisioner OJK Republik Indonesia, Ahmad Hidayat, saat beri sambutan dalam acara pembukaan expo Pasar Keuangan Rakyat 2018, di atrium Ayani Megamal Pontianak, Sabtu (27/10/2018)

Menjadi sebuah ancaman manakala situasinya saat ini banyak investasi bodong yang membuat masyarakat tergiur dengan return yang besar.

Tanpa memandang legalitas lembaga dan produk, yang ditawarkan, serta aspek keamanan berinvestasi lainnya, kondisi itu jelas menjadi ancaman besar bagi masyarakat.

Padahal, normalnya, katanya, konsep sederhana high risk high return itu selalu berlaku. Sehingga dengan kata lain, nyaris mustahil ada investasi yang menawarkan return super besar, super tinggi, tanpa resiko besar pula.

Expo Pasar Keuangan Rakyat 2018 yang digelar OJK Kalbar dalam peringati Bulan Inklusi Keuangan 2018 pun menurutnya menjadi langkah tepat mengkampanyekan literasi keuangan itu.

Sehingga masyarakat punya persepsi dan pemahaman utuh tentang bagaimana berinvestasi atau menggunakan layanan jasa keuangan secara benar dan aman.

"Lewat agenda ini, kami harapkan OJK bisa berikan informasi sejelas-jelasnya kepada masyarakat. Kami dari OJK ada daftar lembaga yang berpotensi sebagai investasi bodong. Masyarakat bisa mengakses data tersebut," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved