Kapolda Kalbar Beberkan Upaya Penegakan Hukum Oknum Kadis PU Ketapang Pasca OTT

Jenderal bintang dua ini menambahkan Donatus Gaza menjadi orang yang bertanggung jawab lantaran juga sebagai KPA

Kapolda Kalbar Beberkan Upaya Penegakan Hukum Oknum Kadis PU Ketapang Pasca OTT
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Kapolda Kalbar - Irjen Pol Didi Haryono 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kapolda Kalimantan Barat, Irjen Pol Didi Haryono menegaskan bahwa upaya law enforcement atau penegakan hukum yang dilakukan oleh jajarannya terhadap Kepala Dinas PUTR Kabupaten Ketapang Donatus Gaza adalah tindakan benar.

Seperti diketahui, Donatus Gaza diamankan polisi dalam Operasi Tangkap Tangan (OTT) Tim Sapu Bersih Pungutan Liar (Saber Pungli) Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Kalbar di Ketapang, Senin (22/10/2018). Donatus Gaza terlibat tindak pidana korupsi dan pencucian uang.

Baca: Bupati Ketapang Sangat Menyayangkan Kejadian yang Menimpa Kadis PUTR

Baca: Kadinya Kena OTT Tim Saber Polda Kalbar, Kantor Dinas PUTR Tampak Lengang

“Itu kaitannya dengan saber pungli yang lakukan pemantauan terhadap komplain dari masyarakat setempat. Jadi kita dalami melalui penyelidikan dan cukup unsur. Maka, kita lakukan penangkapan,” ungkapnya saat diwawancarai awak media usai hadiri acara di PendopoGubernur Kalbar, Jalan Ahmad Yani 1 Nomor 121, Kota Pontianak, Rabu (24/10/2018) siang.

Jenderal bintang dua ini menambahkan Donatus Gaza menjadi orang yang bertanggung jawab lantaran juga sebagai Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) di instansi tempat bertugas.

“Kami menerima laporan ada beberapa proyek yang dimanfaatkan oleh yang bersangkutan. Yang bersangkutan ini menerima fee sekitar 5 persen dari pagu anggaran setiap proyek,” terangnya.

Kapolda menimpali hingga kini, jajarannya masih melakukan pengembangan terhadap kasus ini.

Hal ini guna mengetahui apakah ada keterlibatan orang-orang lain dan diketahui secara jelas total uang kerugian negara.

“Sementara ini, berdasarkan barang bukti yang dikumpulkan ada sekitar Rp 28 juta. Tapi, nanti ini kan masih bisa berkembang. Ini masih dalam penyelidikan dan penyidikan. Kita akan lihat seperti apa proses selanjutnya. Saat ini masih di Polres Ketapang. Silahkan dipantau dan diawasi,” pungkasnya. 

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved