Buka Bursa Inovasi Desa, Ini Penegasan Paolus Hadi

Ini strategi dari bursa inovasi desa. Tinggal mereka (desa) memilih yang paling strategis yang paling cocok untuk diwilayahnya.

Buka Bursa Inovasi Desa, Ini Penegasan Paolus Hadi
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ HENDRI CHORNELIUS
Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wabup Sanggau, Yohanes Ontot, Ketua PKK saat meninjau stand di kegiatan bursa inovasi desa se-kabupaten Sanggau, di GPU Sanggau, Rabu (24/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU - Pemkab Sanggau melalui Dinas Pemberdayaan Masyarakat Dan Pemerintahan Desa Kabupaten Sanggau menggelar bursa inovasi desa se-kabupaten Sanggau, di GPU Sanggau, Rabu (24/10).

Kegiatan dibuka langsung Bupati Sanggau, Paolus Hadi didampingi Wakil Bupati Sanggau, Yohanes Ontot dan dihadiri jajaran OPD dilingkungan Pemkab Sanggau, Ketua PKK Sanggau, Jajaran PT Antam Tbk dan undangan lainya.

Baca: Dewan Sanggau Apresiasi Kinerja Polres Sanggau

Baca: Selama Oktober 2018, Polres Sanggau Tangani 22 Kasus Mulai Narkoba Hingga Barang Ilegal

Usai pembukaan kegiatan, Bupati Sanggau, Paolus Hadi, Wabup Sanggau Yohanes Ontot, Ketua PKK didampingi kepala OPD meninjau stand pameran yang ada.

Tampak juga Bupati dan Wabup Sanggau mencicipi minuman dari satu diantara stand pameran.

“Hari ini saya bersama Pak Wakil Bupati membuka suatu strategi pembangunan desa yaitu bagaimana para Kades beserta jajaranya mau belajar soal berinovasi. Dan itu sudah juga disiapkan contoh-contoh inovasi dari berbagai daerah dan tentunya dari kita juga, sehingga desa bisa belajar, ” kata Bupati Sanggau, Paolus Hadi.

Kegiatan ini, lanjut PH sapaan akrabnya, sangat baik. Dan bursa inovasi desa ini konteknya pembelajaran.

“Tadi saya sudah lihat ada tiga menu yang dispakan, bagaimana untuk infrastruktur, sumber daya manusia dan ekonomi. Dan ini tentu yang sudah teruji, sehingga tahun depan dalam perencanaan pembangunan mereka bisa merencanakan di APBDes, ” ujarnya.

Dikatakanya, dan Ini strategi dari bursa inovasi desa. Tinggal mereka (desa) memilih yang paling strategis yang paling cocok untuk diwilayahnya.

“Cuman saya memberi saran kepada DPM Pemdes, supaya untuk tahun ketiga, kita munculkan inovasi dari lokal kita. Karena saya yakin desa-desa banyak membuatnya juga, ” tuturnya.

Contohnya, kata PH, untuk peta demografi yang sudah sangat lengkap. Dan kita punya beberapa desa untuk itu. “Harusnya diangkat dan mereka bisa mengajar teman-temanya terutama yang tinggal dalam kawasan hutan, kalau mau memastikan kita punya hak atas wilayah kita, ini langkahnya, ” jelasnya.

Bearti desa di Sanggau, lanjutnya, sudah bisa lakukan itu, bahkan mereka sudah dapat sertifikat dari Presiden. “Harusnya ini muncul tadi. Karena menurut saya pembangunan tanpa kuat dengan pemetaan yang baik, pengaturan wilayahnya yang benar akan masalah, ” katanya.

“Contoh, desa bilang saya mau mengembangkan inovasi bagaimana sumber air desa bisa baik, tapi tidak pernah ada kekuatan masyarakatnya berinovasi untuk menjaga sumber air itu. Dibangun bisa, tetapi habis itu airnya akan keruh, debitnya kurang karena sudah dibabat hutanya, ” tegasnya.

Di kita, lanjutnya, sudah ada yang bisa seperti itu, di desa Tae. Mereka punya sumber air yang sekarang dijaga oleh statusnya masyarakat adat, tidak boleh merusak lagi.

“Itukan inovasi juga. Saya minta kepada DPM Pemdes supaya evaluasi program-program, mungki ada desa lain yang tidak terpantau. Ini baru ada dua, khusus Danau Laet dan Keramba, itupun infrastruktur, ” pungkasnya. 

Penulis: Hendri Chornelius
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved