Jeritan Siswi SD dari Toilet Rumah Ibadah, Warga Marah dan Bakar Motor Tersangka Cabul

"Namanya juga anak kecil. Saat ditanya ia pun meladeni pertanyaan orang itu, sedangkan kawannya tetap jalan karena mau masuk sekolah," ujar Fauziah.

Jeritan Siswi SD dari Toilet Rumah Ibadah, Warga Marah dan Bakar Motor Tersangka Cabul
GRAFIS TRIBUN PONTIANAK/ENRO
Grafis percobaan pencabulan di toilet (WC) sebuah rumah ibadah, di Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalbar, Senin (22/102018). 

TRIBUNPONTIANAK.co.id/Marlen Sitinjak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Warga melampiaskan amarahnya dengan membakar motor seorang pria yang melakukan pencabulan terhadap seorang bocah perempuan berumur tujuh tahun di toilet (WC) rumah ibadah, di Jeruju Besar, Kecamatan Sungai Kakap, Kabupaten Kubu Raya (KKR), Kalbar, Senin (22/102018) pagi.

Tersangka yang sempat jadi bulan-bulanan warga ini pun akhirnya diserahkan ke Polsek Sungai Kakap lalu dilimpahkan ke Polresta Pontianak.

Ketua RT 6 RW 8, Jeruju Besar, Fauziah yang juga saksi kejadian itu menuturkan, awalnya korban sebut saja VK (7) yang baru kelas 2 SD hendak pergi ke sekolah di SDN 27 Sungai Udang.

“Biasanya VK ke diantar ibunya, karena dari rumah ke sekolah ini tidak terlalu jauh. Dia tinggal di Dusun Tanjung Darat, masuk sekolah sekitar jam setengah sepuluh. Kebetulan saat itu ibunya belum siap mengantar jadi ikut kawannya yang diantar ayahnya pakai sepeda motor," ujar Fauziah

Kemudian VK diturunkan di depan rumah ibadah di Sungai udang.

Karena sekolahnya dari rumah ibadah tinggal menyeberang sungai melalui jembatan di depan .

"Sekolahnya itu tidak jauh di sebelah kiri di seberang rumah ibadah, jadi orang tua kawannya itu menurunkan mereka di depan rumah ibadah itu," tutur ketua RT.

Saat itu tersangka RR (24) sedang berada di rumah ibadah, sedang memainkan HP.

Baca: Hingga Malam, Kadis PUTR Ketapang Masih Diperiksa Tim Ditreskrimsus Subdit 3 Tipidkor Polda Kalbar

Baca: Kapolres Ketapang Benarkan Kadis PUTR Diamankan oleh Satgas Saber Polda Kalbar

Kemudian tersangka bertanya kepada kedua anak tersebut, di mana keberadaan wc (toilet) rumah ibadah tersebut.

"Namanya juga anak kecil. Saat ditanya ia pun meladeni pertanyaan orang itu, sedangkan kawannya tetap jalan karena sudah mau masuk sekolah," ujar Fauziah.

Sementara itu, ibu VK pergi menyusul anaknya ke sekolah.

Namun ketika sesampainya di sekolah ternyata anaknya tidak ada.

Halaman
1234
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Marlen Sitinjak
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved