Bocah SD Nyaris Jadi Korban Asusila Diwilayahnya, Ini Pengakuan Kades Jeruju Besar

Karena saat itu memang warga juga sudah mengetahui lalu bergerak cepat dan mencari pelakunya tersebut.

Bocah SD Nyaris Jadi Korban Asusila Diwilayahnya, Ini Pengakuan Kades Jeruju Besar
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Kapolsek Kakap Iptu Anton P (tengah) bersama penyidik saat memeriksa Rr (kaos merah) pelaku percobaan perbuatan asusila terhadap siswi SD, diperiksa di ruangan Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polresta Pontianak, Jalan Johan Idrus, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (22/10/2018) siang. Rr yang berusia 24 tahun nekat mencoba melakukan perbuatan asusila kepada korban yang baru berusia tujuh tahun di WC sebuah tempat ibadah di Sungai Udang, Jeruju Besar, Sungai Kakap, Kubu Raya, pada Senin pagi. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Laporan Wartawan Tribunpontianak,  Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Kepala Desa Jeruju Besar, Nurhalijah membenarkan ada warganya yang menjadi korban percobaan pencabulan di Dusun Ceria Utama.

Menurut kades, VK saat kejadian sedang pergi ke sekolah bersama satu orang rekannya.

"Jadi si anak ini berdua, kemudian ditarik oleh pelaku dibawa ke wc Masjid," ujarnya.

Baca: Percobaan Pencabulan Bocah SD, Begini Penjelasan Kapolsek Sungai Kakap

Baca: Aksi Percobaan Perkosa Siswi SD RR, Ternyata Sudah Lakukan Hal Ini

Kemudian diakui olehnya Ibu korban berusaha mencari keberadaan anaknya tersebut dan mendengar suara teriakan anaknya dari toilet rumah ibadah tersebut. 

"Mamanya ini kemudian nyusul dan mendengar suara di dalam wc, kemudian digedor. Ternyata memang ada anaknya di salah dan saat itu kondisi celana anaknya sudah terbuka," tuturbya

Karena saat itu memang warga juga sudah mengetahui lalu bergerak cepat dan mencari pelakunya tersebut.

"Dalam waktu cepat masyarakat datang dan mengamnkan pelaku kemudian di bawa ke Rumah RT. Nah pelaku ini bukan orang setempat dan langsung dipukuli warga," katanya.

Karena khawatir terjadi hal yang tidak diinginkan pelaku ini menurutnya dibawa ke Polsek untuk dinamakan.

"Kemudian dia dinaikan ke pick up di bawa ke Polsek, karena masyarakat juga sudah emosi, setelah itu massa membakar motornya," tuturnya.

Halaman
12
Penulis: Try Juliansyah
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved