Breaking News:

Dewan Sanggau Apresiasi Pengerebekan Gudang Ilegal di Kecamatan Sekayam

Politisi Partai Golkar Sanggau itu berharap kedepannya agar lebih banyak lagi perdagangan ilegal di wilayah perbatasan yang dapat terungkap

Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUN/ISTIMEWA
Anggota DPRD Kabupaten Sanggau, Ir Konggo Tjintalong Tjondro 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Hendri Chornelius

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SANGGAU -Anggota DPRD Sanggau Konggo Tjintalong Tjondro mengapresiasi dengan jajaran Polres Sanggau yang melakukan pengrebekan gudang tanpa izin menyimpan barang-barang ilegal asal Malaysia.

“Ini membuktikan bahwa Kepolisian serius memutus mata rantai penyelundupan barang-barang ilegal khususnya di wilayah perbatasan, ” katanya, Minggu (21/10/2018).

Baca: Roda Dua Dominasi Arus Lalu Lintas di Jalan Jenderal Sudirman Sanggau

Baca: Ramai Kepala Daerah Dukung Capres, Begini Tanggapan Edi Rusdi Kamtono

Politisi Partai Golkar Sanggau itu berharap kedepannya agar lebih banyak lagi perdagangan ilegal di wilayah perbatasan yang dapat terungkap, karena menurutnya, ini bukan satu satunya.

“Saya yakin gudang yang digrebek itu bukan satu-satunya. tugas Polisi yang kita harapkan membongkar ini semua jangan sampai masyarakat kita menjadi korban, karena saya dengar barang-barang ilegal yang disimpan itu ada daging. apakah daging itu benar-benar layak konsumsi atau tidak, Itu yang menjadi pertanyaan kita, ” pungkasnya.

Sebelumnya diberitakan, Kapolres Sanggau, AKBP Imam Riyadi memimpin langsung pengerebekan gudang penampungan barang-barang ilegal asal Malaysia di Dusun Kuya, Desa Lubuk Sabuk, Kecamatan Sekayam, Sabtu (20/10/2018).

“Dari dalam gudang kita amankan produk-produk hewani, ada daging sapi, ikan yang pemasukannya ke Indonesia lewat jalur ilegal, lebih kurang setengah ton produk yang diamankan, ” kata Kapolres Sanggau AKBP Imam Riyadi melalui rilisnya, Sabtu (20/10).

Selain itu, petugas juga menyita sejumlah freezer, peralatan untuk memasok barang ilegal dari dalam gudang penampungan.

“Dari temuan barang-barang di gudang dan keterangan sejumlah saksi, pola yang digunakan pelaku sudah terorganisir, ” jelasnya.

Dikatakan Kapolres, barang-barang tersebut diselundupkan sedikit demi sedikit melalui jalur tikus antara perbatasan Sekayam dengan Sarawak, Malaysia dan dikumpulkan di gudang ini.

“Pelaku memanfaatkan warga disekitar perbatasan untuk melansir barang-barang ilegal itu. Kami lagi mendalami keterangan dari saksi dilapangan, ada penjaga gudang, pengantar barang terkait siapa yang membiayai, siapa pemilik barang-barang tersebut dan siapa saja yang turut serta, masih kita dalami, ” ujarnya.

Polanya, lanjut Kapolres, terstruktur karena ada yang membiayai, melansir dan menyuruh melansir barang-barang itu. Dikatakan, barang temuan didalam gudang ini diduga akan dijual diluar kawasan perbatasan Sanggau. Gudang tersebut diduga disewa oleh warga negara Malaysia.

“Untuk itu, polisi bersama instansi terkait termasuk Satgas Pamtas memperketat pengawasan perlintasan barang di perbatasan terutama di jalur tikus, ” tegasnya.

“Kalau untuk memenuhi kebutuhan konsumsi masyarakat perbatasan, kita paham, Tapi yang di gudang ini peruntukkannya sudah untuk bisnis, untuk cari keuntungan, ” tambahnya.

Kapolres menegaskan, pihaknya tidak mau kebijakan pemerintah dicari celahnya oleh pelaku dengan mengkambing-hitamkan masyarakat perbatasan. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved