Bupati Sambas Nyatakan Perang Terhadap Penyakit Masyarakat

Untuk itu, Atbah mengatakan orang tua harus jadi contoh untuk anak-anak muda. Karena anak-anak muda muda punya masa yang panjang.

Bupati Sambas Nyatakan Perang Terhadap Penyakit Masyarakat
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ M WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS,- Bupati Sambas berang setelah mendengarkan kabar bahwa kembali terjadi peristiwa pencabulan terhadap anak di bawah umur.

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili kesal dengan kejadian-kejadian seperti itu yang terus terjadi. Oleh karenanya, ia mengatakan perang terhadap penyakit masyarakat yang sedemikian itu.

Baca: Atbah Ajak Masyarakat Jaga Keamanan Menjelang Pilpres

Baca: Sintang Miliki Alat Canggih Berteknologi Solar Panel Surya Penghasil Air Putih Siap Konsumsi 

"Ini menjadi tanggung jawab semua pihak. Kita nyatakan perang terhadap penyakit-penyakit masyarakat, karena kita sayang pada anak-anak kita. Dan ini kita lakukan berlandaskan cinta dan kasih sayang," ujarnya, saat ditemui beberapa waktu lalu, Minggu (21/10/2018).

"Kita tidak ingin anak-anak jadi mabuk-mabukan, LGBT, berjudi, ngelem, Narkoba dan lain-lain. Lalu muncul prilaku menyimpang berlaku cabul dan lainnya," sambungnya.

Untuk itu, Atbah mengatakan orang tua harus jadi contoh untuk anak-anak muda. Karena anak-anak muda muda punya masa yang panjang.

"Kita akan giatkan operasi pekat, kita akan berusaha agar tidak menyebar berkembang dan bahkan membunuh. Kita sebetulnya sayang sama mereka, maka kita ingin ajak mereka hidup normal. Dengan tidak ada penyakit masyarakat ini," tegasnya.

Tidak hanya menyatakan perang terhadap penyakit masyarakat. Atbah juga akan meminta di setiap Desa dan kampung-kampung agar meminta masjid-masjid buka terus untuk pengajian. Juga menggalakkan kegiatan-kegiatan olahraga di setiap daerah untuk meminimalisir penyakit masyarakat.

"Semua orang tua ingin anak-anaknya punya masa depan yang cemerlang. Dan menjadi anak-anak yang pintar. Oleh karenanya, saya sudah instruksikan kepada seluruh camat dan membentuk operasi pekat hingga level paling bawah," paparnya.

"Karena kita juga tidak bisa melarang, tapi kita juga harus memberikan wadah agar mereka bisa melakukan kegiatan yang positif. Masjid-masjid digunakan untuk pengajian, dan kita galakkan kegiatan olahraga," tuturnya.

Lebih lanjut, Atbah juga berharap agar kades juga membentuk tim pekat di kampung masing-masing dengan kerja dan aksi nyata. Selanjutnya setelah semua terbentuk, Atbah akan terus monitor kegiatan tersebut.

Tidak hanya melibatkan aparatur pemerintah yang ada, Atbah juga akan bekerjasama dengan TNI-Polri dan organisasi pemuda dan masyarakat.

"Upaya lainnya adalah membatasi anak-anak muda untuk mengakses media-media yang begitu dekat dengan konten-konten negatif. Oleh karenanya pemerintah harus menutup konten sedemikian itu," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved