Smartwomen

Tak Mudah, Begini Cara Owner Xena Photography Merintis Usaha di Dunia Fotografi

Sempat down dan merasa dianggap sepele, Ratih Nuraini, yang merupakan owner dari Xena Photography

Tak Mudah, Begini Cara Owner Xena Photography Merintis Usaha di Dunia Fotografi
TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Owner Xena Photography, Ratih Nuraini 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sempat down dan merasa dianggap sepele, Ratih Nuraini, yang merupakan owner dari Xena Photography, kini mampu mengembangkan vendor foto miliknya berkat ketekunan, kegigihan dan kesabaran.

"Saya gini mikirnya, pasti perempuan tu bisa, karena saya juga punya referensi, punya tujuan, saya pengen jadi kayak gimana itu saya tahu," katanya.

Meskipun dengan proses yang cukup panjang, yang awalnya hanya sebagai asisten dengan hasil tak menentu dan pekerjaan yang tidak ringan, Ratih tetap bertahan.

Baca: Ditawari Jadi Model, Ratih Pilih Jadi Fotografer

"Karena pengen jadi, pengen tahu dunia fotografi ndak setengah-setengah. Dari awal niat belajar, belum untuk menghasilkan uang karena udah emang suka duni fotografi," ungkap perempuan kelahiran Medan, 22 Oktober 1995 itu.

Dan untuk bertahan di dunia fotografi, Ratih punya beberapa cara, yaitu harus konsisten, mau belajar, lebih bisa nahan hati saat berhadapan dengan klien serta mudah beraosialisasi.

Karena disitulah (klien) link untuk mendapatkan klien baru akan terbuka lebar, selain itu, jangan pernah merasa kita yang dibutuhkan orang lain "Kita emang dibutuhkan orang lain, tapi kita juga harus jangan sombong, orang bisa lari," kata perempuan yang menyukai foto candid itu.

Melainkan merasa bahagialah saat dibutuhkan orang lain, saat kita bermanfaat bagi orang lain, karena banyak dari mereka yang sudah bisa, jatuh justru kesombongannya.

Teruslah belajar, karena seni itu terus berkembang dan mengikuti jaman, apabila berhenti dan merasa cukup, kita akan tenggelam.

"Orang dah update terus, kita masih ketinggalan jauh," katanya.

Selain tidak berhenti belajar, membangun hubungan baik dengan konsumen adalah hal yang sangat penting bagi Ratih, apalagi setiap orang punya karakter berbeda, ada yang slow ada pula yang kaku.

Makanya jadi seorang fotografer, harus bisa membangun percakapan dengan orang-orang baru, jangan jaim (jaga image), kalau kata Ratih.

Hal itu dapat dibangun dengan cara mengajak bercanda, ngobrol dan melakukan interaksi untuk membangun mood klien sebelum pemotretan.

"Kalau kita dari awal hanya bermodal foto bagus tapi sama klien kita ndak bisa bangun keakraban susah dia, pasti fotonya bakal kaku, merasa ndak enak segala macam," ungkapnya.

Kalau kita dari awal hanya bermkdal foto bagus tapi sama kkien kita ndak bisa bangun keakranban susah dia, pasti fotonya bakal kaku, merasa ndak enak segala macam.

Penulis: Bella
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved