6 Kasus Ibu Melahirkan Meninggal Dunia Selama 2018, Diskes Berau Lakukan Langkah Ini

Selama ini, masih banyak masyarakat yang percaya dengan dukun kampung ketimbang melahirkan di Puskesmas.

6 Kasus Ibu Melahirkan Meninggal Dunia Selama 2018, Diskes Berau Lakukan Langkah Ini
ISTIMEWA
Petugas puskesmas saat melakukan pemeriksaan ibu hamil. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TANJUNG REDEB  – Pemerintah Kabupaten Berau, melalui Dinas Kesehatan, terus berupaya untuk menekan angka kematian bayi dan ibu melahirkan. Upaya ini dilakukan dengan meningkatkan sarana dan prasarana penunjang di seluruh fasilitas kesehatan.

Kepala Dinas Kesehatan, Totoh Hermanto mengatakan, selain peningkatan sarana dan prasarana, pihaknya melalui tenaga kesehatan yang tersebar di 13 kecamatan, juga terus memberikan sosialisasi kepada seluruh ibu hamil, tentang cara menjaga kesehatan selama kehamilan hingga proses melahirkan.

Selama ini, masih banyak masyarakat yang percaya dengan dukun kampung ketimbang melahirkan di Puskesmas.

Baca: DPRD Pontianak Gelar Sidang Paripurna LKPJ, Ini Pembahasannya

“Masih ada saja warga yang memilih melahirkan dengan bantuan dukun kampung. Padahal di setiap kecamatan ada Puskesmas dan di setiap kampung pun juga ada Puskesmas Pembantu,” kata Totoh, Jumat (19/10/2018).

Karena itu, dirinya mengimbau agar masyarakat memanfaatkan fasilitas yang sudah ada, dengan bantuan alat kesehatan dan bidan yang ditempatkan di setiap kampung. “Keamanannya lebih terjamin karena mereka (ibu melahirkan) akan dibantu oleh para bidang dengan perlatan yang memadai,” paparnya.

Totoh mengatakan, upaya lain adalah dengan meningkatkan koordinasi dengan Puskesmas-Puskesmas yang terebar di 13 kecamatan.

Baca: Bupati Atbah Angkat Bicara Terkait Anak Bawah Umur Yang jadi Korban Cabul di Malaysia

“Kendala utamanya adalah letak geografis, karena kecamatan-kecamatan kita ini tersebar di tempat yang jauh, seperti Bidukbiduk, Talisayan, Segah, Derawan, Maratua dan sebagainya. Itu perlu waktu berjam-jema untuk tiba di lokasi,” jelasnya.

Totoh mengungkapkan, belum lama ini ada peristiwa adanya warga yang tinggal di kepuluan, terpaksa melahirkan di atas speed boat saat akan melakukan persalinan di RSUD Abdul Rivai. Kondisi seperti ini menurutnya sangat berisiko tinggi terhadap ibu melahirkan dan bayinya.

“Karena itu, kami terus berupaya untuk memenuhi perlatan dan juga tenaga kesehatan,” imbuhnya. Sepanjang tahun 2018, hingga bulan Oktober 2018 saja, sudah ada 6 kasus ibu melahirkan meninggal dunia. Meski secara  kuantitas menurun, namun tetap perlu upaya-upaya yang lebih maksimal.

Editor: Jamadin
Sumber: Tribun Kaltim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved