Tolak Rehabilitasi Roro Fitria, Ini Penjelasan Majels Hakim

Anggota Majelis Hakim juga mengungkap alasan mengapa hakim tak mengabulkan keinginan Roro Fitria untuk rehabilitasi.

Tolak Rehabilitasi Roro Fitria, Ini Penjelasan Majels Hakim
KOLASE TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
RORO FITRIA 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, JAKARTA  - Keinginan pihak artis Roro Fitria untuk menjalani rehabilitasi mendapat penolakan dari anggota Majelis Hakim, Achmad Guntur.  Menurut dia, tak ada alasan untuk mengabulkan keinginan Roro.

"Demikian pula tentang rehabilitasi yang diajukan terdakwa dan juga panasihat hukum terdakwa menurut majelis hakim tidak ada alasan untuk direhabilitasi," ujar Achmad Guntur di ruang sidang utama Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, Kamis (18/10/2018).

Anggota Majelis Hakim juga mengungkap alasan mengapa hakim tak mengabulkan keinginan Roro Fitria untuk rehabilitasi.

"Karena di dalam kandungan urine, rambut dan darah terdakwa tidak didapatkan zat yang tergolong narkotika sebagaimana dalam hasil laboratoris," ungka Achmad Guntur.

Terlebih barang bukti yang ada melebihi dari standar untuk terdakwa direhabilitasi. "Apalagi jika dikaitkan dengan barang bukti yang didapat ternyata lebih dari 1 gram, yang merupakan syarat diajukan rehabilitasi, antara lain barang bukti berupa hanya satu kali pemakaian yang tidak lebih dari 1 gram," kata Achmas Guntur.

Baca: Ratusan Kendaraan Terjaring Razia Dishub, Ini Pelanggarannya

Sebelumnya Roro dinyatakan bersalah telah melakukan penyalahgunaan narkoba.

"Menjatuhkan pidana kepada terdakwa oleh karena itu dengan pidana penjara selama 4 tahun dan pidana denda sebesar Rp 800 rupiah dengan ketentuan apabila denda tidak dibayar, maka diganti dengan pidana penjara selama tiga bulan," ujar Ketua Majelis Hakim Iswahyu Widodo.

Hukuman empat tahun penjara ini dijatuhkan dengan dipotong masa tahanan.

"Menetapkan masa penangkapan dan penahanan yang telah dijalani oleh terdakwa dikurangkan seluruhnya dari pidana yang dijatuhkan," ungkap Iswahyu.

Baca: Bebby Nailufa Sarankan Pengangkutan Sampah Diberikan ke Pihak Ketiga

"Menetapkan terdakwa tetap berada di dalam tahanan," imbuhnya. Putusan ini lebih ringan dibanding tuntutan jaksa penuntut umun (JPU) yang menuntut Roro dengan hukumanbpenjara lima tahun kurungan dipotong masa tahanan dan denda sebesar Rp 1 miliar.

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved