Edi Kamtono Minta Kapal Penabrak Waterfront Ganti Rugi

Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sempat terkejut mendengar adanya kapal yang menabrak waterfront city yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kondisi waterfront di Tambelan Sampit rusak akibat ditabrak kapal. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANA.CO.ID, PONTIANAK - Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono sempat terkejut mendengar adanya kapal yang menabrak waterfront city yang menjadi kebanggaan Kota Pontianak.

Akibat dari peristiwa itu, bangunan waterfront yang baru saja rampung beberapa bulan lalu mengalami kerusakan khususnya pada pagar.

Edi tegaskan kapal yang menabrak bangunan waterfront ini harus diproses dan diminta pertanggunngjawabannya .

"Dia harus bertanggung jawab atas aset yang sudah dibangun ini, apalagi sampai rusak. Kami mau cek nanti dan kita turunkan petugaskan dinas terkait ke lapangan, mengecek dan mengontrolnya," ucap Plt Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono dengan tegas, Kamis (18/10/2018).

Baca: Sering Semraut, Damhuri Katakan Traffic Light di Simpang Desa Kapur Menjadi Kewenangan Provinsi

Kapal kayu tersebut menabrak waterfront yang berada di Tambelan Sampit, sekitar pukul 05.00 WIB dan Edi meminta ada ittikad baik dari nahkoda kapal atau penanggungjawabnya karena telah merusak fasilitas publik.

Ia menegaskan akan meminta aparat untuk melakukan investigasi mencari tahu penyebabnya.

"Apakah disengaja atau tidak sengaja atau kecelakaan lainnnya. Tapi namanya tabrakan tidak ada yang disengaja, dia harus bertanggung jawab walaupun dia tidak sengaja," ujarnya.

Sementara ini dinas yang memiliki tanggung jawab pengawasannya PUPR, Edi sampaikan belum juga bisa memberikan perhatian lebih lantaran pihak provinsi belum melakukan penyerahan aset pada Pemkot.

"Sementara ini belum ada secara resmi jadi kita sama sama menjaga. Termasuk pihak proyek kalau itu belum diserahterimakan mereka masih bertanggung jawab,"jelasnya.

Sementara warga setempat yang menjadi saksi mata menyebutkan nama panggilannya Along, menuturkan kejadian berawal ia melihat sebuah kapal yang oleng.

"Saya liat itu kan eh mengape pula haluannye begini miring kan, dari arah hulu ke sini. Kalau die melanggar pilar jembatan mungkin bederai. Ujung-ujungnye lepas pilar depan langsung ngantam sini," ucap Pak Long menjekaskan pada beberapa awak media.

Dengan kejadian itu, ia sebut besi pagar langsung bederai. Selain itu, terdengar bunyi yang cukup keras karena besi pagar berhamburan.

"Nyaringlah bunyinye, besi langsung melabur. Orang sepi, begitu bunyi aku mekek oi jangan lari, itu cemane," ucapnya menirukan saat meneriaki awak kapal.

Akhirnya kapal tersebut menurunkan jangkar dan Pak Long menghampirinya dengan menggunakan sampan serta mengambil KTP nahkoda kapal dan ada warga yang melaporkan pada pihak berwajib.

Penulis: Syahroni
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved