Nita Yudi Minta Perbankan Permudah Kucuran KUR

IWAPI kata Nita bertanggung jawab untuk memajukan perempuan Indonesia melalui berbagai program....

Nita Yudi Minta Perbankan Permudah Kucuran KUR
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ MASKARTINI
Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi 

Laporan Wartawati Tribun Pontianak, Maskartini

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Umum Dewan Pengurus Pusat (DPP) Ikatan Wanita Pengusaha Indonesia (IWAPI) Nita Yudi  meminta perbankan untuk memudahkan penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada pengusaha wanita di Indonesia.

IWAPI kata Nita bertanggung jawab untuk memajukan perempuan Indonesia melalui berbagai program.

Tiga fokus utama pertama pada peningkatan sumber daya manusia, membuka jaringan pasar dan bagaimana pengusaha bisa mengakses pembiayaan.

Baca: Gubernur Kalbar Kukuhkan Pengurus DPD IWAPI Kalbar Periode 2018-2023

Baca: Kukuhkan Pengurus DPD IWAPI Kalbar, Mijdi Harap Pengusaha Berinovasi

Nita menuturkan, sebagai organisasi yang berdiri sejak tahun1975, IWAPI yang saat ini punya perwakilan di 32 provinsi akan selalu membantu pemerintah mengatasi banyak persoalan sosial.

"Kucurkan KUR yang sudah turun menjadi 7 persen kepada anggota IWAPI. Jangan implementasi di lapangan menjadi sulit. Turunkan KUR permudah jangan dipersulit, karena ibu-ibu jarang ngemplang bank," ujarnya di Pontianak, Senin (16/10/2018).

Saat berdiskusi dengan sea word bank di Washington DS kata Nita dikatakan bahwa perempuan pengusaha pengembali kredit terbaik.

"Dikatakan perempuan itu jarang ngempang bank, jadi kredit macet atau NPL 0 persen. Makanya banyak bank mengejar debitur perempuan pengusaha terutama IWAPI dengan menjadi sponsor kita," ujarnya.

IWAPI saat ini ada di 32 provinsi dengan jumlah anggota di seluruh Indonesia lebih dari 30-an ribu perempuan pengusaha, 85 persen mikro dan kecil, 13 persen menengah 2 persen mengusaha besar.

Kedepan ia berharap IWAPI Kalbar aktif memberikan pelatihan dan pendampingan melalui roadshow kepada perempuan di berbagai kota yang belum menjadi pengusaha.

Penulis: Maskartini
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved