Breaking News:

Satpol PP Kota Pontianak Tertibkan Bangunan Lebihi Badan Jalan di Jalan Gajah Mada

Adriana menuturkan bahwa masih banyak yang tidak jera, masih saja membuat atap dan meletakkan barang-barang melebihi ketentuan Perda.

Editor: Dhita Mutiasari
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Syarifah Adriana Farida, S.E., M.Si., Kepala Sat Pol PP Kota Pontianak saat Giat penertiban Perda nomor 3 tahun 2004, Jum'at (12/10/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK- Satpol PP Kota Pontianak bersama Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kota Pontianak menertibkan sejumlah bangunan di sepanjang Jalan Gajah Mada Pontianak, Jumat (12/10/2018) sore.

Sasaran penertiban ditujukan bagi bangunan-bangunan berkanopi dan barang-barang yang melebihi dari ketentuan Peraturan Daerah (Perda) nomor 3 tahun 2004.

Baca: Pontianak Miliki 65 Hotel dan Kini Masih Dilirik Investor Untuk Investasi

Baca: PASI Harap Atletik Semakin Populer di Kalbar

"Giat hari ini adalah penegakan Perda penertiban untuk bangunan dan barang-barang yang melebihi badan jalan," ujar Syarifah Adriana Farida, S.E., M.Si., Kepala Sat Pol PP Kota Pontianak kepada Tribun, Jum'at (12/10/2018).

Adriana menjelaskan bahwa giat ini merupakan bentuk pembinaan bagi masyarakat atau pemilik bangunan yang melanggar Perda nomor 3 tahun 2004, dimana bulan lalu pihaknya sudah melayangkan pemberitahuan mengenai penertiban ini.

"Sejauh ini sudah 36 tempat di Gajah Mada kami sisiri, namun masih banyak yang melanggar," tuturnya.

Adriana menuturkan bahwa masih banyak yang tidak jera, masih saja membuat atap dan meletakkan barang-barang melebihi ketentuan Perda.

"Hari ini sudah 8 tempat disisiri dan kita menemukan beberapa tempat yang masih melanggar ketentuan Perda," ungkapnya.

Adriana menambahkan atap dan barang-barang yang melebihi ketentuan Perda tadi, dibongkar karenakan pihaknya sudah mengingatkan pada bulan lalu.

"Bulan lalu sudah diingatkan jika tidak dibongkar, maka pihak kami yang membongkarnya," tegasnya.

Adriana juga mengungkapkan bahwa pihak yang melanggar akan dikenakan sanksi tindak pidana ringan (Tipiring), serta penyitaan barang-barang yang melanggar Perda.

"Namun barang-barang yang disita ini, nantinya bisa diambil oleh pemiliknya setelah melewati sidang Tipiring," katanya.

Adriana berharap nantinya setelah dilakukan penertiban ini, tidak ada lagi masyarakat atau pemilik bangunan yang melanggar Perda nomor 3 tahun 2004. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved