Ini Analisa dan Saran Pengamat Ekonomi Untan Terkait Investasi Perhotelan di Kota Pontianak 

Ada investor yang mau membangun hotel di Pontianak tentunya ia melihat perekonomian di Kalbar secara umum keadaanya baik.

Ini Analisa dan Saran Pengamat Ekonomi Untan Terkait Investasi Perhotelan di Kota Pontianak 
ISTIMEWA
Edi Suratman 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pengamat Ekonomi Untan, Prof Eddy Suratman mengatakan hotel itu, masuk kesuatu daerah karena memang ada permintaan dan ada pasarnya jadi dia melihat ada ruang untuk memperoleh keuntungan, apabila tidak ada peluang untung maka orang tidak akan mau berinvestasi. 

Ada investor yang mau membangun hotel di Pontianak tentunya ia melihat perekonomian di Kalbar secara umum keadaanya baik. 

Baca: PHRI Kalbar Harap Investor Bangun Hotel Bintang Lima

Baca: Pontianak Miliki 65 Hotel dan Kini Masih Dilirik Investor Untuk Investasi

Ingat Pontianak itu adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat, sehingga kemajuan ekonomi di kabupaten kota lainnya memberikan dampak positif pada Kota Pontianak sebagai ibu kota provinsi. 

Hal itu dikarenakan sebelumnya orang pergi ke kabupaten kota lainnya, mereka terlebih dahulu singgah dan menginap di Pontianak. Pertumbuhan hotel dan pembangunan hotel di Pontianak tak terlepas dari pertumbuhan ekonomi kabupaten kota se Kalbar. 

Kemudian, investor memilih Kota Pontianak untuk mendirikan hotel karena mereka melihat perkembangan infrastruktur yang relatif baik. 

Hampir semua tamu yang saya di Kota Pontianak ini, selalu mengatakan terkejut melihat wajah Pontianak yang sedemikian rapi, fasilitas jalan lumayan bagus, tertata dengan biak dan itu membuat orang ingin datang dan menginap di Pontianak. 

Saran saya pertama pada pemerintah, jaga kebersihan Kota Pontianak, tingkatkan kualitas infrastruktur dasar, termasuk jalan utama, jalan penghubung dan ketersediaan listrik uang tidak sering byarpet dan kepastian ketersediaan air bersih. 

Selain itu, pemerintah juga harus ikut serta dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Orang tidak akan datang kesuatu daerah apabila dia ada resiko tidak aman. 

Terkait dengan tidak aman itu juga, terhadap kejahatan dan kriminal. Apabila ada informasi di surat kabar dan media secara terus menerus mengenai penjambretan, penodongan dan sebagainya maka akan membuat orang enggan datang di pintianak. 

Selanjutnya yang harus dilakukan oleh pemerintah kota maupun provinsi secara umum, yaitu ikut mempersiapkan tenaga kerjanya. 

Persoalan saat inikan hotel-hotel yang ada di Pontianak, sebagian tenaga kerja masih impor dari Jawa. Dengan demikian akan menyulitkan hotel karena harus mengeluarkan biaya tambahan seperti penginapan dan gajinya lebih tinggi dari karyawan lokal. 

Inilah saya rasa, perlu adanya kerjasama pemerintah dengan perguruan tinggi untuk membuka program studi advokasi yang pendekatannya pada keahlian dan skill bukan pada pengetahuan teori. 

Mungkin bisa dibuka, diploma 1, diploma 2 atau diploma 3 perhotelan dan pariwisata, sehingga kebutuhan tenaga kerja tidak diisi oleh orang luar Kalbar tapi diisi orang Kalbar dan ini tidak bisa diserahkan pada hotel tapi ini kewenangan pemerintah setempat.

Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved