Polemik Dengan M Zeet, Sutarmidji Tanggapi Santai Surat KASN

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini menegaskan bahwa ia tak pernah pernah mencopot MZ Hamdy Assovy sebagai Sekda Kalbar

Polemik Dengan M Zeet, Sutarmidji Tanggapi Santai Surat KASN
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIZKY PRABOWO RAHINO
Gubernur Kalimantan Barat H Sutarmidji 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Turunnya surat dari Komisi Aparatur Sipil Negara bernomor B-2205/KASN/10/2018, bersifat biasa dan diterbitkan pada tanggal 8 Oktober 2018 yang isinya meminta Gubernur Kalbar, meninjau kembali terkait pengangkatan Plh Sekda Kalbar, ditanggapi santai oleh Gubernur Kalbar, Sutarmidji.

Saat diwawancarai Tribun Pontianak, Midji menuturkan bahwa surat dari KASN tersebut meminta ia meninjau kembali pengangkatan Plh Sekda, namun ia mempunyai alasan kuat mempertahankan kebijakannya itu.

Baca: DPRD Kalbar : Gubernur Harus Jalankan Perintah Surat KASN

Baca: M Zeet Tak Bisa Diganti, Ini Penjelasan Dari Surat Komisi ASN

"Isi surat saya yang diajukan dulukan terkait pengusulan pemberhentian Sekda dan surat jawaban dari KASN itu lain. Nah yang jelas begini, mereka meminta saya meninjau kembali untuk pengangkatan Plh, meninjau kembalikan tidak menyuruh membatalkan,"ucap Midji, Rabu (10/10/2018).

Mantan Wali Kota Pontianak dua periode ini menegaskan bahwa ia tak pernah pernah mencopot MZ Hamdy Assovy sebagai Sekda Kalbar, dan ia juga tak pernah memberhentikannya.

"Cobe liat ade tidak surat pencopotan dan pemberhentian die ( M Zeet Hamdy Assovie), yang mana suratnya, tolong tunjukan. Saya hanya mengusulkan pemberhentian dia kepresiden, dan yang memberhentikan dia tentunya presiden nanti," tegasnya.

Tak pernah sepucuk suratpun yang dikeluarkannya terkait pemberhentian Sekda dan surat yang pernah dilayangkannya hanya pengusulan pemberhentian, karena berkaitan dengan wewenang memberhentikan itu sendiri.

"Saye tak pernah memberhentikan die, kalau saye memberhentikan die dan mencopot dia tanyakan sama die suratnye mane," ucapnya menggunakan bahasa Melayu Pontianak.

Kala itu ia hanya mengusulkan dan ia pertegas bahwa telah diusulkan terkait pemberhentian Sekda tersebut, karena alasan M Zeet Hamdy Assovie  tak masuk kerja.

"Saye kan harus tunjuk Plh. Saye berprinsif pasa pasal 117 ayat 2 harus dipenuhi dan beberapa syarat itu harus terpenuhi. Kalau die mau memperpanjang jabatannya die harus memenuhi syarat tersebut," ucapnya.

Halaman
12
Penulis: Syahroni
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved