Minat Masyarakat Tinggi Terhadap Barang Impor

Pemerintah sudah membuat kebijakan, dimana pemerintah telah melakukan identifikasi terhadap kenaikan impor dan menunda impor.

Minat Masyarakat Tinggi Terhadap Barang Impor
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ DAVID NURFIANTO
Prof. Dr. Edi Suratman Ketua LP2KM sekaligus pengamat ekonomi Untan di ruang Rektorat Untan, Rabu (10/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak David Nurfianto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua LP2KM sekaligus pengamat ekonomi Universitas Tanjungpura, Prof. Dr. Eddy Suratman mengatakan tingginya minat masyarakat berbelanja barang impor jadi satu faktor anjloknya nilai tukar rupiah.

"Masyarakat masih hobi berbelanja barang impor," ujar Prof. Dr. Edi Suratman kepada tribun di gedung Rektorat Untan, Rabu (10/10/2018).

Baca: Anjloknya Nilai Tukar Rupiah, Pengamat Sebut Dua Faktor Ini

Baca: Rupiah Tembus Rp15 Ribu Per Dollar AS, Wapres Jusuf Kalla Sampaikan Sejumlah Faktor Penyebab

Edi menjelaskan tingginya minat masyarakat berbelanja barang impor, juga menjadi satu faktor internal pemicu anjloknya nilai tukar rupiah.

Pemerintah sudah membuat kebijakan, dimana pemerintah telah melakukan identifikasi terhadap kenaikan impor dan menunda impor.

Namun hal ini perlu juga dukungan dari masyarakat sehingga bisa meminimalisir anjloknya nilai tukar rupiah.

"Masyarakat sendiri jangan sedikit-sedikit belanja barang impor," ungkapnya.

Edi menambahkan boleh saja berbelanja barang impor, tapi jangan bertransaksi menggunakan dolar.

"Bertransaksilah menggunakan rupiah, misalnya transaksi pada malaysia gunakan lah rupiah atau ringgit," tutupnya (mg1)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved