Kelompok Tani Mekarsari di Seluas Raih Penghargaan Klaster Inovatif Nasional

Penghargaan ini diberikan kepada klaster yang sukses mengembangkan klaster guna mendukung pengendalian inflasi.

Kelompok Tani Mekarsari di Seluas Raih Penghargaan Klaster Inovatif Nasional
TRIBUNFILE/ISTIMEWA
Kelompok Tani Mekarsari binaan Bank Indonesia bersama dengan Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat menerima penghargaan sebagai klaster inovatif nasional tahun 2018. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,PONTIANAK - Kelompok Tani Mekarsari binaan Bank Indonesia bersama dengan Dinas Pangan Peternakan dan Kesehatan Hewan Provinsi Kalimantan Barat menerima penghargaan sebagai klaster inovatif nasional tahun 2018.

Bank Indonesia memberikan penghargaan kepada klaster terbaik yang dinilai sukses dalam mengembangkan klaster untuk mendukung program pengendalian inflasi. Terdapat 13 klaster UMKM yang terpilih dari seluruh klaster yang dikembangkan oleh 46 KPwDN.

Baca: Bank Indonesia Dukung Pengembangan Mocaf di Kalbar

Baca: Kepala Bank Indonesia Harap Masyarakat Bisa Belajar Pengembangan Mocaf di Landak

Satu di antaranya yang meraihnya adalah klaster Peternakan Kambing Mekarsari di Kecamatan Seluas Kabupaten Bengkayang.

Penghargaan ini diberikan oleh Bank Indonesia pada acara Apresiasi Kinerja Program Pengendalian Inflasi Bank Indonesia 2018, di Hotel Indonesia Kempinski Jakarta, Rabu (26/9/2018).

Deputi Gubernur Bank Indonesia Erwin Rijanto yang menyerahkan langsung penghargaan tersebut.
Adapun kriteria penilaian yaitu integrated farming in borderline inspiration. Kelompok tani ini yang menghasilkan produk susu kambing, hortikultura dan lada.

Baca: Ketua Komnas HAM RI Tegaskan 4 Isu Strategis Jadi Konsen Penyelesaian HAM

Baca: Polda Kalbar: Polres Kubu Raya akan Dibangun 2019, Polsek Pontianak Tenggara Dalam Pengajuan

"Setiap hari Kelompok Tani mampu mensuplai kebutuhan sayur di wilayah Bengkayang dan sebagian ke Serikin Malaysia," ungkap Kepala Perwakilan Bank Indonesia (BI) Kalbar, Prijono.

Bank Indonesia melakukan pengembangan kelembagaan kelompok tersebut dalam skema Local Economic Development. Hal ini mengingat peran yang sangat strategis dalam memberikan penghidupan masyarakat di perbatasan NKRI.

"Pemberian penghargaan tersebut merupakan bentuk nyata kerjasama tripartit antara BI, Pemda dan Pelaku usaha UMKM dalam rangka pengendalian harga bahan pangan strategis," paparnya.

Prijono menjelaskan integrasi ini adalah kelompok tani yang tidak hanya fokus beternak saja, tapi juga berkebun dengan menanam lada, serta menanam tanaman hortikultura.

"Pengembangan klaster ini memang kita arahkan untuk mendukung pengembangan penyumbang inflasi. Sebenarnya tidak hanya itu, kita kembangkan juga yang berbasis potensi daerah dan memuat unsur kearifan lokal, contohnya tenun, itu kan tidak ada kaitan langsung dengan inflasi. Tapi dalam konteks pemberdayaan dalam masyarakat, maka kita lakukan," ujarnya.

Baca: Kantor KPPAD Kalbar Terpaksa Tutup, Sulasti Beberkan Alasan Utamanya

Baca: Ketua Komnas HAM Berduksi Dengan Sejumlah Awak Media Perihal Penanganan Kasus HAM di Kalbar

Kepala Dinas Pangan, Peternakan, dan Kesehatan Hewan, Abdul Manaf, menjelaskan Kelompok Tani Mekarsari ini mengembangkan kambing perah di kecamatan Seluas yang diintegrasikan dengan lada serta tanaman produktif lainnya.

"Untuk kambing sekarang ini diperkirakan ada 600-an ekor kambing. Dengan bantuan dana Rp 30 juta itu akan dibuat kandang untuk menampung anakan kambing," ucapnya. 

Penulis: Nina Soraya
Editor: Nina Soraya
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved