Disperindagnaker Imbau Masyarakat Laporkan Bila Temui Pedagang Curang

Yusri mengatakan bahwa, bila mana masyarakat mendapati atau mencurigai pedagang yang melakukan kecurangan terkait timbangan

Disperindagnaker Imbau Masyarakat Laporkan Bila Temui Pedagang Curang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FERRYANTO
Gusti Ramlana Saat Tinjau Alat Tera di Pasar Sebukit Rama Mempawah. Rabu (10/10/2018) 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,MEMPAWAH- Disperindagnaker Mempawah akan melaksanakan kegiatan gelar Tera / Tera Ulang di Kabupaten Mempawah selama 16 hari terhitung sejak tanggal 08 hingga 31 Oktober 2018, dengan menyasar 13 Pasar Tradisional maupun pasar Pemerintah yang tersebar di 8 Kecamatan, di Kabupaten Mempawah.

Kepala Dinas Perindustrian, Perdagangan, dan Ketenagakerjaan Kabupaten MempAwha Yusri, mengatakan bahwa pihaknya telah memberikan informasi kepada seluruh ketua Pasar Sekabupaten Mempawah untuk menghimbau kepada seluruh pedagang yang ada untuk membawa alat - alat timbang ke lokasi sidang Tera.

Baca: Gusti Ramlana Sebut Tera Ulang Cegah Dusta Antara Penjual dan Pembeli .

"Setelah ini, kita akan melakukan agenda lanjutan, pemantauan, dari hasil ini mungkin di pasar - pasar ada yang belum dibawa alatnya, karena kita kan juga tau mana yang sudah di Tera, mana yang belum, kan ada tandanya,"ujarnya.

Yusri mengatakan bahwa, bila mana masyarakat mendapati atau mencurigai pedagang yang melakukan kecurangan terkait timbangan, dapat menghubungi pihaknya.

"Masyarakat boleh mengajukan keberatan, sehingga nanti dari Petugas kita yang meminta pedagang tersebut untuk Tera, jadi kalau ada masyarakat tau, dan ada yang secara nyata di curigai, nanti ada petugas kita yang turun,"jelasnya.

Selanjutnya pihaknya akan melakukan pembinaan ke Pedagang yang bersangkutan.

"Untuk sanksi dalam artian pembinaan, kalau dalam ketentuan kalau memang dia tidak melakukan Terapi, alatnya bisa di ambil, lalu kita reparasi lagi dan kembalikan, terkecuali bilamana ada oknum yang melakukan penipuan atau melakukan kejahatan yang menimbulkan kerugian secara masal maka bisa dikenakan sanksi yang lebih berat,"ujarnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved