Program Unik, Puskesmas Ini Ajak Ngopi Para Suami Sambil Ngobrol Kehamilan Istri

Mereka akan mendapatkan penjelasan dari petugas kesehatan termasuk juga melibatkan kepala desa.

Program Unik, Puskesmas Ini Ajak Ngopi Para Suami Sambil Ngobrol Kehamilan Istri
KOMPAS.COM/Ira Rachmawati
Para suami dari ibu hamil resiko tinggi sedang ngobrol dan ngopi di Puskesmas Sempu Kabupaten Banyuwangi 

"Ini tiga kepala desa yang ada di wilayah kerja Puskesmas Sempu juga kita datangkan agar ada komunikasi dua arah. Ngomongnya enggak terlalu resmi ya, obrolan sambil ngopi," kata dia.

Sandi (20), warga desa Sempu mengaku mendapatkan banyak informasi terkait kehamilan istrinya.

Pria yang sehari-hari bekerja di bengkel tersebut datang ke acara ngopi tersebut setelah mendapatkan informasi dari bidan desa.

Baca: Gelar Stadium General Bahas Literasi di Revolusi Industri 4.0, PBSI Datangkan Pembicara Nasional

"Istri saya baru usia 18 tahun dan ini kehamilan pertama. Saya juga baru tahu kalau resiko tinggi, karena usianya di bawah 20 tahun," ungkap Sandi.

Dia senang dilibatkan dalam acara tersebut sehingga mengetahui tanda-tanda bahaya jelang persalinan istrinya.

Sementara itu, Deva Mei Nuriwati (18), istri dari Sandi mengaku, dia juga mengetahui banyak tentang tanda-tanda bahaya saat melahirkan, salah satunya adalah kaki bengkak.

"Bu bidan sama ada kader yang sering ngasih tahu. Kan ini kehamilan pertama. Disuruh banyak olahraga, minimal jalan-jalan. Insya Allah sebulan lagi lahir. Agak takut sih, semoga nanti persalinannya lancar, Amin," kata Deva.

Editor: Jamadin
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved