Hasilkan 350 Ton Perhari, Kota Pontianak Miliki 11 Bank Sampah

Kota Pontianak setidaknya sudah memiliki 11 Bank Sampah yang siap menangani masalah sampah yang ada.

Hasilkan 350 Ton Perhari, Kota Pontianak Miliki 11 Bank Sampah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Kepala DLH, Tinorma Butar-butar. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Syahroni

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Berbagai cara terus didorong oleh pemerintah untuk mengatasi persoalan sampah yang ada di Kota Pontianak.

Menurut Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Timorma Butar-butar bahwa dalam kondisi normal sampah yang dihasilkan di Kota Pontianak mencapai 350 ton perhari dan perlu langkah-langkah mengantisipasi tersebut.

Saat ini Kota Pontianak setidaknya sudah memiliki 11 Bank Sampah yang siap menangani masalah sampah yang ada.

Bank sampah ini diharapkan mampu memberikan solusi terhadap pengelolaan sampah karena pemberdayaan sampah oleh masyarakat yang bisa dijadikan barang bernilai ekonomis.

Baca: Muda Banget, Deretan Idol K-Pop Cantik Ini Debut di Usia 15 Tahun

"Bank sampah kita setelah ditotal dengan bantuan dari Kementerian Lingkungan Hidup sebanyak empat buah jadi saat ini sudah ada 11 buah yang tersebar dibeberapa kelurahan," ucap Tinorma Butar-butar saat diwawancarai, Sabtu (6/10/2018)

Bank Sampah ada juga yang dibangun di Kampung Beting, dan itu ia sebut desainnya lebih cantik karena berada di tepian sungai atau waterfront.

Dinas Lingkungan Hidup terus mengedukasi, inovasi masalah penangan sampah ini, bagaimana sampah ini dapat tertangani dengan baik.

Tinorma sampaikan Plt Wali Kota Pontianak sempat menuturkan bahwa kedepan tempat sampah dijalan itu tidak adalagi, memang saat ini sudah ada master plan tekait hal tersebut dan kedepan pihaknya mencari lahan yang difasilitasi bagian aset mencari tempat pembuatan tempat pengolahan sampah kecamatan, karena setiap kecamatan akan ada satu.

"Ada pengolahan dan ada pengangkutan, itu akan ada efisiensi nantinya," ucap Tinorma..

Terkait 11 Bank Sampah yang ada di Kota Pontianak, Tinorma tegaskan itu aset Pemkot Pontianak dan masyarakat hanya sebagai pengelola saja. Bahkan biaya pembangunan rumahnya dan fasilitas yang ada mencapai Rp200 juta.

Selain itu,dalam pengembangan yang tengah ia lakukan saat ini juga dalam pengangkut sampah setiap mobil akan dipasang GPS, hal itu untuk pengawasan pada mobil pengangkut sampah.

"Tidak perlu banyak ASN dalam pengawasan dan hanya perlu mengontrol mereka dari GPS agar para pengangkut sampah ini bisa bekerja secara maksimal dan efisien dan tidak bisa mengakal,"ujarnya.

Penulis: Syahroni
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved