Dampak Rubella, Heni Habiskan Banyak Biaya untuk Pengobatan Buah Hati

Waktu itu saat saya hamil umur dua Minggu, terkena Rubella, karena saat itu belum tahu juga dan Rubella belum gencar.

Dampak Rubella, Heni Habiskan Banyak Biaya untuk Pengobatan Buah Hati
TRIBUN PONTIANAK/ FILE
Petugas dari Puskesmas diberikan suntikan imunisasi MR 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Dampak dari Rubella cukup berbahaya dan sangat menguras keuangan untuk perobatan bahkan dapat berdampak kematian.

Pengalaman pahit tersebut pernah dialami oleh satu diantara pegawai di Dinas PPAKB Kubu Raya, Heni, dimana bayinya, Qubi Jayen Insan terkena Congenital Rubella Syndrome. 

"Waktu itu saat saya hamil umur dua Minggu, terkena Rubella, karena saat itu belum tahu juga dan Rubella belum gencar. Jadi saat itu saya belum tahu, saat lahir saya baru tahu," ujarnya.

Pertama kali ia mengetahui anaknya tersebut terserang Rubella saat melihat adanya bercak putih di mata anaknya saat usia satu bulan.

"Saat itu anak saya ada bercak putihnya di mata, kemudian saya periksa ternyata memang Rubella. Biaya untuk mengetahui apakah itu Rubella atau bukan juga cukup mahal sekitar 2 jutaan untuk cek darahnya," katanya. 

Baca: BUMN Tanggap Bencana Salurkan 2 Ton Beras dan Bantuan Lainnya ke Korban Gempa

Ia mengatakan gejala yang menimpa anaknya masih dapat terlihat karena dimata. Tentu akan sangat berbahaya jika gejalanya tidak terlihat langsung.

"Kalau gejalanya di jantung atau ditelingakan ini cukup sulit juga karena tidak terlihat," katanya.

Saat ini anaknya telah berusaha kurang lebih 2 tahun delapan bulan dan untuk pengobatan anaknya tersebut memakan biaya yang tidak sedikit. 

"Untuk alat bantu dengarnya saja 70 juta nah kalau yang bagus harus implan harganya 200an juta. Kemudian saat awal-awal terapi seminggu dua kali, sekali terapi itu 150 hingga 200 ribuan, bisa mencapai ratusan juta juga," lanjutnya.

Baca: TelkomGroup Serahkan Bantuan Seribu Kartu Simpati ke Polda Sulteng

Sekarang diakuinya perkembangan anaknya sudah lumayan baik, termasuk untuk mata anaknya.

"Karena sudah terapi tumbuh kembang sudah bisa jalan sekarang dan kataraknya sudah diangkat jadi sudah bisa melihat tapi masih pakai kacamata," katanya. 

Karena biaya yang tidak murah itulah ia menghimbau agar masyarakat mau anaknya diberikan vaksin MR ini. Hal ini juga karena menurutnya saat ini vaksin MR sudah gratis sementara dulu sekali vaksin bisa mencapai 500-700 ribu.

"Saya berharap tidak ada lagi yang seperti anak saya, masyarakat ikutilah vaksin MR mumpung gratis kalau dulu tidak gratis 600 - 700 ribu, terlebih kita tidak tau sekarang penyebarannya seperti apa. Mencegah kan gratis kalau mengobati bisa puluhan juta," tutupnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved