Penyakit ISPA Meningkat di Puskesmas Pontianak Selatan

ISPA selalu menduduki peringkat pertama. Meski polusi asap tak sedang terjadi, kasus ISPA selalu tinggi di Puskesmas akibat faktor cuaca.

Penyakit ISPA Meningkat di Puskesmas Pontianak Selatan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Dokter Umum Puskesmas Pontianak Selatan dr Rabiul Priyantono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Penyakit Infeksi Saluran Pernafasan Atas (ISPA) meningkat di wilayah kerja Puskesmas Pontianak Selatan.

Keluhan pasien yang datang ke Puskesmas Pontianak Selatan saat ini paling banyak terkait penyakit ISPA.

"Kasus ISPA saat ini menyerang semua umur dari bayi sampai Lansia. Gejala ISPA sendiri yaitu disebabkan faktor lingkungan dan polusi serta cuaca," ujar Dokter Umum Puskesmas Pontianak Selatan dr Rabiul Priyantono, Kamis (4/10/2018).

Baca: Fauziah Ajak Mahasiswa dan Dosen Baca Buku

Baca: Perpustakaan IAIN Pontianak Launching Website

ISPA masuk dalam 10 penyakit terbesar di Kota Pontianak setiap tahunnya.

ISPA selalu menduduki peringkat pertama. Meski polusi asap tak sedang terjadi, kasus ISPA selalu tinggi di Puskesmas akibat faktor cuaca.

dr Rabiul menjabarkan, faktor pertama yang menyebabkan ISPA adalah faktor lingkungan, kemudian polusi udara.

"ISPA tergantung lamanya gejala. Gejala bisa berupa batuk, demam dan atau pilek. Biasanya sembuh sendiri dalam waktu 3-5 hari. Bila lebih dari itu sebaiknya diperiksakan ke dokter," paparnya.

Pemberian obat, lanjutnya, juga sesuai gejala. Untuk gejala yang kurang dari tiga hari tidak diberikan antibiotik. Antibiotik diberikan jika sudah ada perubahan warna dahak atau ada gejala berat lainnya. (*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved