Nila Bangga Bisa Membuat Batik Celup

Sintia bergabung di komunitas batik karena suka menggambar. "Batik kan asli Indonesia juga, makanya mau belajar membatik," tuturnya.

Nila Bangga Bisa Membuat Batik Celup
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Anggota Komunitas Batik Wardah SMK 3 Pontianak memperlihatkan karya merekasaat pameran Acara Promosi Perpustakaan IAIN Pontianak di Halaman Masjid Abdul Rani IAIN Pontianak, Rabu (03/10/2018). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setahun menjadi anggota Komunitas Batik Wadah Kreatifitas Anak Hebat (Wardah) SMK 3 Pontianak, Nila Sintia sudah bisa menghasilkan karyanya sendiri.

"Sudah punya karya batik celup," kata siswa SMKN 3 Pontianak ini ditemui di sela-sela acara Promosi Perpustakaan IAIN Pontianak di Halaman Masjid Abdul Rani IAIN Pontianak, Rabu (03/10/2018).

Siswi Kelas 11 ini mengaku kesulitan saat pertama kali membatik.

Baca: Yuk Kenal Komunitas Batik Wardah SMK 3 Pontianak

Baca: Hari Batik Nasional, Polisi Ini Beri Warga Baju Batik

"Pertama kali belajar itu sulit, mencantingnya. Grogi juga. Gugup, takut kena tumpahannya, itukan panas," sambungnya.

Sintia bergabung di komunitas batik karena suka menggambar. "Batik kan asli Indonesia juga, makanya mau belajar membatik," tuturnya.

Komunitas batik rutin mengadakan pertemuan setiap pekannya yakni pada Jumat. "Selain itu Minggu kita di CFD dekat stadion," tutupnya.

Komunitas Batik Wardah merupakan satu di antara ekstrakurikuler yang ada di SMK 3 Pontianak dibawah binaan Wasilah Anim.

"Komunitas ini sudah sejak 2012, jadi penasaran dari kakak ke adik kelas dan itu terus berlanjut," jelas Wasilah.

Siswa diajarkan dari hal yang paling dasar.

"Dari proses memegang canting, bagaimana menggunakan alat-alat itu dengan mudah dengan teknik sehingga tidak ada yang sulit. Mau batik tulis, batik cat, mereka akan enjoy saja," ungkapnya.

SMKN 3 menjual kain batik karya siswa dengan harga yang bervariasi. Harga untuk batik celup Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per kain.

Untuk batik cat Rp 150 ribu sampai dengan Rp 200 ribu per kain, sedangkan batik tulis dibandrol seharga Rp 250 ribu sampai dengan Rp 300 ribu.

Satu di antara prestasi komunitas batik yaitu kain batik karya mereka pernah dilelang dalam kegiatan Internasional Borneo Sumpit beberapa waktu lalu dan dimenangkan oleh seorang dari Malaysia dengan harga Rp 4 juta rupiah. (*)

Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved