Presiden NICC Jepang: Kita Jajaki Kerjasama di Teknik Mesin

Mereka juga membicarakan kemungkinan untuk mengirim mahasiswa lulusan Poltesa untuk bisa meneruskan pendidikan di Jepang

Presiden NICC Jepang: Kita Jajaki Kerjasama di Teknik Mesin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/M WAWAN GUNAWAN
Presiden NICC Jepang Thoshimasa Ota dan Direktur Politeknik Negeri Sambas saat berdiskusi ringan di ruang kerja Direktur Politeknik Negeri Sambas, Selasa (2/10/2018) sore. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Dalam sesi wawancara Presiden Nagano Internasional Culture College (NICC) Jepang Thoshimasa Ota mengatakan kedatangan mereka ke Politeknik Negeri Sambas (Poltesa) adalah untuk menjajaki kerjasama.

Selian itu, mereka juga membicarakan kemungkinan untuk mengirim mahasiswa lulusan Poltesa untuk bisa meneruskan pendidikan di Jepang.

Serta mengenalkan budaya-budaya Jepang kepada masyarakat Indonesia.

"Kedatangan kita untuk memperkenalkan budaya Jepang dan Indonesia. Dan kerjasama antara Jepang dan Indonesia, serta bagi mahasiswa Indonesia yang ingin melanjutkan pendidikan ke Jepang, NICC bisa membantu," ujarnya, Selasa (2/10/2018).

Baca: Ingin Lanjutkan Studi di Jepang, Ini Pinta Mahyus Pada Mahasiswanya

Ia mengatakan, untuk melanjutkan sekolah ke Jepang. Terlebih dahulu mahasiswa-mahasiswi Poltesa harus lulus kuliahnya di Poltesa, lalu bisa berbahasa Jepang.

Setelah lulus di NICC, maka selanjutnya para lulusan tersebut bisa di lanjutkan ke perusahaan-perusahaan yang berhubungan dengan mesin.

"Tidak hanya sampai disitu, nanti kalau sudah lulus di Politeknik Negeri Sambas lalu melanjutkan kursus bahasa Jepang. Setelah lulus dari NICC, maka lulusan bisa bekerja di perusahaan yang berhubungan dengan mesin," paparnya.

Selain itu ia juga menyampaikan, bahwa lulusan tersebut bisa di sekolahkan ke Jepang. Akan tetapi harus terlebih dahulu berbahasa Jepang minimal tingkatan paling bawah.

"Masuk ke Jepang lalu bisa bekerja disana, pertama lulusan Poltesa, lalu juga harus bisa bahasa Jepang minimal tingkat yang paling rendah," tutupnya.

Penulis: M Wawan Gunawan
Editor: madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved