Dewan S Berikan Klarifikasi Atas Kasus Yang Dijalaninya, Merasa Ada Rekayasa

Anggota DPRD Kabupaten Sintang, S mengklarifikasi atas dugaan dirinya tidak memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Sintang

Dewan S Berikan Klarifikasi Atas Kasus Yang Dijalaninya, Merasa Ada Rekayasa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/WAHIDIN
Anggota DPRD Kabupaten Sintang berinisial S bersama kedua kuasa hukumnya saat menggelar konferensi pers beberapa waktu lalu di Kantor DPRD Kabupaten Sintang. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Anggota DPRD Kabupaten Sintang, S mengklarifikasi atas dugaan dirinya tidak memenuhi panggilan penyidik Satreskrim Polres Sintang sebagai tersangka atas kasus penganiayaan dan ketidaksopanan di depan umum.

Dia mengatakan telah kooperatif memenuhi panggilan tersebut bersama kuasa hukumnya sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan oleh penyidik yaitu pada Senin, 1 Oktober 2018 tepatnya pukul 14.00 WIB.

"Saya memenuhi panggilan penyidik sebagai tersangka itu pukul 13.55 WIB di ruang penyidik. Sementara di surat pemanggilan itu kan pukul 14.00 WIB. Kita sudah kooperatif," katanya saat mengkonfirmasi, Selasa (2/10/2018) malam.

Baca: 9 Anggota DPRD Bolos Sidang Paripurna Bahas APBD Perubahan

Kemudian terkait dengan Laporan Hasil Penyelidikan (LHP) dari pihak kepolisian atas laporan dari pelapor H terhadap dirinya, dia membantah dengan keras dan menilai kronologis tersebut sudah direkayasa.

"Tapi biarkan ini berjalan, nanti pengadilan yang akan memberikan keputusan terkait dengan apa yang mereka sampaikan. Intinya saya bantahkan semua, karena sebenarnya tidak seperti itu kronologisnya," tambah Syahroni.

Dia mengaku, khususnya terkait pasal 281 yang dikenakan kepada dirinya itu tidak sesuai. Apalagi menurutnya dia tidak ada menyentuh sama sekali wanita yang dikatakan telah dilakukan tindakan ketidaksopanan.

Ditambah saat dilakukan visum, baik dirinya sebagai pelapor maupun terlapor, yang divisum hanya dirinya bersama dengan saudara H. Wanita tersebut tidak ikut divisum menurutnya pada kesempatan tersebut.

"Sebenarnya saya tidak ada menyentuh perempuan itu, jaraknya saat kejadian itu saja 4 sampai 5 meter. Saya jalan kaki dia, di atas motor. Jadi tidak ada saya melakukan itu," bantah Syahroni.

Dia menegaskan tidak terima atas pasal 281 terkait ketidaksopanan di depan umum tersebut. Dan menurutnya itu merupakan delik aduan dan dengan kesepakatan damai dan pihak pelapor mencabut laporan seharusnya pasal itu luntur.

Halaman
12
Penulis: Wahidin
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved