Bupati Sintang Dukung Program Sanitasi dan Air Bersih dari Wahana Visi untuk 25 Desa

Juga menyebabkan usus kecil tidak berfungsi dengan baik dalam mengolah makanan karena usus kecil hanya sibuk melawan bakteri

Bupati Sintang Dukung Program Sanitasi dan Air Bersih dari Wahana Visi untuk 25 Desa
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Project Launching dan Workshop tentang Safe Drinking Water Treatment (SDWT) Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (2/10/2018) pagi. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG- Bupati Sintang, Jarot Winarno membuka kegiatan Project Launching dan Workshop tentang Safe Drinking Water Treatment (SDWT) Pengelolaan Air Minum Rumah Tangga (PAMRT) di Aula Dinas Kesehatan, Selasa (2/10/2018) pagi.

Bupati Sintang dalam sambutanyya menjelaskan bahwa Kabupaten Sintang memang menghadapi masalah kemiskinan, ketahanan pangan-gizi dan pendidikan. Bahkan rata-rata usia sekolah di Sintang hanya sampai kelas 1 SMP.

Baca: Panwaslu Nilai Posko #GMHP Memang Perlu Untuk Penyempurnaan DPT di Sintang

Baca: KPU Sintang Bentuk Posko #GMHP dari Tingkat PPS Hingga Kabupaten

"Daya beli masyarakat kurang sehingga berpengaruh pada pemenuhan gizi dan kemampuan mengenyam pendidikan. Asupan makanan dan pola asuh masih kurang. Sanitasi dan lingkungan masih buruk," terang Jarot.

Menurutnya sanitasi dan lingkungan buruk menyebabkan asupan makanan menjadi tidak berkualitas.

Juga menyebabkan usus kecil tidak berfungsi dengan baik dalam mengolah makanan karena usus kecil hanya sibuk melawan bakteri yang disebabkan sanitasi yang kurang baik.

"Inilah yang akhirnya menyebabkan terjadi diare dan stunting. Maka Tahun 2019 nanti, ada lima mantra pembangunan di Kabupaten Sintang. Semua kemampuan tenaga, dana dan pikiran akan dicurahkan untuk lima mantra ini.

Kelima mantra tersebut adalah menurunkan angka kemiskinan, memperbaiki dan menambah sanitasi, menyediakan air bersih, membangun infrastruktur dasar dan mulai membangun energi terbarukan.

“Ada hasil penelitian yang menyebutkan air Sungai Kapuas sudah tidak terjamin keamanannya. Maka jangan gunakan air sungai ini untuk kebutuhannya air masyarakat. Maka kami bekerja keras untuk bisa menarik air Bukit Saran sebagai penyuplai air bersih bagi masyarakat Kota Sintang," jelasnya.

Selain itu, di bebebrapa tempat, program penyediaan air minum berbasis masyarakat terus dikerjakan. Ada juga proyek perpipaan air bersih terus Pemerintah Kabupaten Sintang bangun.

Maka pihaknya sangat menyambut baik program yang akan dilaksanakan Wahana Visi Indonesia di Sintang. Dia paham tim Wahana Visi sangat lincah dalam bekerja dengan mampu memanfaatkan teknologi tepat guna.

"Saya minta dan berharap, ke depan bisa ditambah lagi jumlah desa dan kecamatan. Kalau tahun ini ada 25 desa di lima kecamatan. Berikutnya bisa 100 desa di 10 kecamatan. Kami dukung penuh program ini karena sanitasi dan air bersih merupakan 42 persen penyebab stunting," terang Bupati Sintang.

Penulis: Wahidin
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved