Nobar Film G30S/PKI, Bupati Jarot Ajak Warga Sintang Perangi Radikalisme

Dengan demikian saya minta kita lebih waspada lagi, kita lebih siap lagi untuk menghadapi timbulnya dampak kaum komunis di tengah-tengah kita

Nobar Film G30S/PKI, Bupati Jarot Ajak Warga Sintang Perangi Radikalisme
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ WAHIDIN
Ratusan masyarakat Kabupaten Sintang nonton bareng pemutaran Film G30S/PKI yang dilaksanakan di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih, Kabupaten Sintang, Minggu (30/9/2018) malam. Hadir Bupati Sintang Jarot Winarno, Dandim 1205/Stg Letkol Inf Rachmat Basuki, MABM Kabupaten Sintang, Kapolres Sintang yang diwakili. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Wahidin

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINTANG - Majelis Adat Budaya Melayu (MABM) Sintang menggelar kegiatan nonton bareng film penghianatan terhadap ideologi Pancasila atau yang lebih dikenal dengan Film G30S/PKI di Rumah Adat Melayu Tepak Sirih Sintang, Minggu (30/9/2018) malam.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Bupati Sintang Jarot Winarno didampingi oleh Komandan Kodim 1205 Sintang Letkol Inf Rachmat Basuki, Ketua DPD MABM Sintang Ade Kartawijadja, Anggota DPR-RI H Sukiman, dan masyarakat Sintang.

Nonton bareng film Gerakan 30 September Partai Komunis Indonesia ini untuk mengingat sejarah masa lalu kepada khalayak ramai terutama generasi muda, bahwa Indonesia pernah mengalami sejarah yang begitu pahit.

Baca: Sekjen DPP Perindo Targetkan Jokowi Maruf Amin Raih 65 Persen Suara di Pilpres 2019

Dalam kegiatan nonton bareng film G30S/PKI tersebut, antusiasme masyarakat sangat tinggi, dari dalam ruangan hingga ke halaman depan rumah melayu dipenuhi masyarakat yang menonton film berdurasi sekitar satu jam itu.

Menurut Bupati Sintang, saat ditemui Tribun Pontianak seusai menonton bareng film G30S/PKI tersebut, Jarot Winarno mengatakan bahwa film ini merupakan film terbaik di Indonesia meskipun tidak ditampilkan utuh.

"Meski tidak diputar utuh, paling tidak dengan film ini merupakan momentum yang sangat pas lah dilaksanakan karena untuk mengenang suatu tempo dahulu Indonesia pernah mengalami yang namanya kepahitan," ungkap Jarot.

Setelah menonton film tersebut, Bupati Sintang memaknai bahwa dengan menonton ulang film G30S/PKI tersebut untuk mengingatkan bahwa agar lebih waspada terhadap radikalisme yang harus menjadi kewaspadaan saat ini.

Baca: Kementerian Sosialisasikan KUR Khusus dan KUR Pariwisata

"Dengan demikian saya minta kita lebih waspada lagi, kita lebih siap lagi untuk menghadapi timbulnya dampak kaum komunis di tengah-tengah kita, apalagi bahaya seperti radikalisme ini masih ada di sekitaran kita," tuturnya.

Jarot menilai bahwa film G30S/PKI ini memiliki hikmah dan makna tersendiri. Nilai yang dapat diambil dari film ini pada akhirnya nilai-nilai Pancasila ini luhur, tidak bisa terkoyak begitu saja, dan tidak ada lagi ideologi yang lebih hebat selain Pancasila.

"Oleh karena itu, kita sebagai masyarakat Indonesia harus selalu berdoa kepada Tuhan Yang Maha Esa untuk agar kita mendapatkan perlindungan dari-Nya terhadap kaum-kaum radikalisme di sekitaran kita," pungkasnya.

Penulis: Wahidin
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved