Adventorial

Melonjak 8 Kali Lipat, Bandara Supadio Pontianak Bisa Berangkatkan Hingga 10 Ribuan Penumpang

Sebagai instalasi strategis, keberadaan Bandara Supadio menjadi penting bagi Kalbar.

Melonjak 8 Kali Lipat, Bandara Supadio Pontianak Bisa Berangkatkan Hingga 10 Ribuan Penumpang
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / ISHAK
Plt OIC Bandara Supadio (Angkasa Pura II), Yuvenalis Deny (paling kanan) berpose bersama rekannya, saat ditemui, Kamis (27/09/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ishak

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebagai instalasi strategis, keberadaan Bandara Supadio menjadi penting bagi Kalbar.

Menjadi instalasi strategis sebagai pintu masuk utama trasnportasi udara dari dan ke Kalbar.

Peran penting itupun setidaknya dapat dilihat dari lonjakan trafik di bandara ini. Sejak dioperasikannya gedung baru dalam beberapa tahun terakhir, lonjakan penumpang dan penerbangan di bandara yang berdiri megah di wilayah Kubu Raya itu delapan kali lebih besar dari sebelumnya.

"Daily schedule, setiap hari itu kami sekarang melayani di atas 130 movement. Artinya yang datang dan yang berangkat itu sudah 130 pesawat dalam setiap hari di bandara Supadio ini," ujar Plt OIC Bandara Supadio (Angkasa Pura II), Yuvenalis Deny saat ditemui, Kamis (27/09/2018).

Baca: Polsek Meranti Dikunjunggi Dir Sabhara Polda Kalbar Cek Langsung Kondisi

Dari jumlah tersebut, katanya, pihaknya mampu melayani lalulintas orang via jalur transportasi udara saban harinya sekitar delapan ribu sampai sampai 10 ribu penumpang. Bahkan, pada jam-jam padat atau momen puncak (Peekhour), jumlah ini bisa melonjak 14 sampai 17 ribu penumpang per hari.

Jumlah ini menurutnya 8 kali lebih besar dibandingkan saat bandara sebelum direnovasi. Sebelum terminal baru, lalulintas orang di bandara ini dalam hitungan harian  rata-rata hanya melayani sekitar 700 sampai 100 penumpang per hari.

Pesatnya pertumbuhan tersebut menurutnya menjadi sinyalemen positif bagi Kalbar, dan juga bagi Kubu Raya sendiri. Perekonomian Kalbar, menurutnya, satu di antara penopangnya juga dari sektor penerbangan.

"Dengan akses yang lebih cepat, tentu akan sangat membantu. Terutama bagi para pebisnis," lanjutnya.

Iapun yakin, dalam masa-masa ke depan, tren pertumbuhan pengguna transportasi udara di Supadio akan semakin meningkat. Apalagi, dengan banyaknya low cost carrier yang ditawarkan maskapai, juga menjadi faktor pendukung yang mendorong pelonjakan itu.

Bukan hal yang aneh bilamana kemudian masyarakat banyak yang beralih ke moda transportasi ke udara. "Pontianak Ketapang lewat darat itu sekitar 12 jam an jika lewat jalur darat. Lewat udara hanya 45 menit," sambungnya.

Hal tersebut akan semakin optimal dengan peningkatan pelayanan yang diberikan pihaknya, Angkasa Pura II selaku pengelola. Langkah kongkret, pihaknya saat ini tengah mengembangkan lerpanjangan runway, yang dari semula 2.250 meter, ditargetkan menjadi 3.000 meter.

Iapun lantas sangat optimis trafik penerbangan akan bertambah. Terutama jika didukung banyaknya event yang digelar di Kalbar.

"Kapasitas bandara Supadio saat ini sekitar 3,8 juta penumpang per tahun. Tentu kami optimis ke depan tren positifnya akan terus ada," pungkasnya.

Penulis: Ishak
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved