Ini Alasan Damianus Yordan Kembali Nahkodai KONI Kayong Utara, Sebut Lalu Zohri

Saya masih terobsesi dengan Lalu yang dari NTB. Ternyata anak-anak di daerah, anak yang jauh dari perkembangan olahraga yang modern

Ini Alasan Damianus Yordan Kembali Nahkodai KONI Kayong Utara, Sebut Lalu Zohri
Biro Pers Setpres/Laily Rachev
Presiden Joko Widodo bersalaman dengan Lalu Muhammad Zohri, Atlet Lari 100 Meter yang berhasil menjadi juara dunia Atletik U-20 

Laporan Wartawan Tribunpontianak.co.id, Adelbertus Cahyono
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KAYONG UTARA - Damianus Yordan kembali dilantik sebagai Ketua Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Kayong Utara periode 2018-2022 di Istana Rakyat Kayong Utara, Sukadana, Senin (1/10/2018). Damianus dilantik bersama dengan sejumlah pengurus KONI lainnya.

Hadir dalam acara pelantikan itu, Ketua KONI Kalbar Fachrudin Siregar, Wakil Bupati Kayong Utara Effendi Ahmad, Sekretaris Daerah Kayong Utara, Hilaria Yusnani, dan Kapolres Kayong Utara, AKBP Arief Kurniawan.

Damianus menyebut akan memetakan cabang olahraga unggulan daerah. Setiap daerah ditargetkan memiliki lima cabang unggulan.
Damianus menyatakan akan mengembangkan sejumlah cabang olahraga selain tinju, seperti halnya atletik dan sejumlah cabang olahraga unggulan untuk Porprov Kalbar 2018.

"Saya masih terobsesi dengan Lalu yang dari NTB. Ternyata anak-anak di daerah, anak yang jauh dari perkembangan olahraga yang modern tapi bisa berprestasi," katanya.

Disamping itu, katanya, ia pun berencana akan menggandeng Dinas Pemuda, Olahraga, dan Pariwisata Kayong Utara untuk mencari atlet baru di bidang panjat tebing. Olahraga panjat tebing diharapkan dapat menjadi cabang unggulan sekaligus meningkatkan pariwisata di Kayong Utara.

Ketua KONI Kalbar, Fachrudin Siregar mengungkapkan satu solusi yang bisa dilakukan untuk mengatasi keterbatasan pelatih sejumlah cabang olahraga di Kayong Utara. Menurutnya, Pemerintah Daerah dan KONI Kayong Utara bisa mengajak sejumlah guru olahraga PNS yang menumpuk di Pontianak untuk pindah ke Kayong Utara. Guru-guru itu bisa diberdayakan untuk melatih para atlet di sejumlah cabang olahraga, misalnya atletik atau Muay Thai.

"Yang jelas gaji dari negara sudah ada, tinggal nanti KONI memberikan insentif, jadi ada kerja tambahan sebagai pelatih," katanya.
Cara ini, katanya, bisa sangat membantu dan lebih murah dibanding harus mendatangkan pelatih dari luar Kalbar. Pemkab Kayong Utara harus mendukung dengan memberikan ruang bagi mereka untuk mengajar sebagai pekerjaan utama guru-guru itu.
Ia pun meyakini bila cara tersebut terlaksana, atlet-atlet di Kayong Utara akan lebih berkembang.

"Jadi tinggal nanti bagaimana menyiasati mereka (guru olahraga PNS) ini mau ke Kayong Utara jadi guru-guru olahraga, dan banyak itu sarjana-sarjana semua," ujarnya. 

Penulis: Adelbertus Cahyono
Editor: Rihard Nelson
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved