Kirab Satu Negeri di Kalbar Akan Diisi Pengibaran Bendera Merah Putih di Sungai Kapuas

Dalam pelaksanaan KSN, pengurus Ansor dan Banser se-Kalbar akan berkeliling ke sejumlah kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

Kirab Satu Negeri di Kalbar Akan Diisi Pengibaran Bendera Merah Putih di Sungai Kapuas
TRIBUN PONTIANAK / RIDHO PANJI PRADANA
Ketua PW GP Ansor Kalbar, Muhammad Nurdin 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridho Panji Pradana

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kirab Satu Negeri (KSN) bertajuk Bela Agama Bela Negeri di Kalimantan Barat akan digelar dengan nuansa kedaerahan.

Pada pelaksanaannya nanti, 6-14 Oktober 2018, berbagai isu dan potensi yang ada di Kalbar akan diangkat.

"Dalam Kirab Satu Negeri ini, PW GP Ansor Kalbar akan mengangkat isu-isu kedaerahan. Di antaranya soal daerah perbatasan, di mana kita ingin nantinya perbatasan yang ada di Kalbar menjadi bagian penting perhatian dari pemerintah pusat," ujar Muhammad Nurdin, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kalbar, di Pontianak, belum lama ini.

Baca: Sukiryanto Harap Mahasiswa Bisa Perangi Hoaks

Baca: Ribuan Peserta Semarakan Event Sepeda Nusantara Etape Khatulistiwa

Dalam pelaksanaan KSN, pengurus Ansor dan Banser se-Kalbar akan berkeliling ke sejumlah kabupaten/kota yang ada di Kalbar.

Fokusnya adalah beberapa daerah perbatasan, seperti yang ada di Sanggau dan Bengkayang.

"Daerah perbatasan yang ada di Kalbar ini memang dari segi infrastruktur terbilang sudah maju. Nah kita ingin perkuat isu potensi-potensi yang ada di sana, seperti sektor ekonomi, sumber daya alam, dan lain sebagainya," katanya

Rencananya, di sela jadwal pelaksanaan KSN, rangkaian kegiatan kirab yakni pengibaran bendera merah putih di Sungai Kapuas, Tayan, Kabupaten Sanggau dengan menggunakan belasan sampan.

Nurdin mengungkapkan, pihaknya ingin mempromosikan kearifan lokal dan potensi yang ada di Kalbar, salah satunya Sungai Kapuas. Sebagaimana diketahui, Kalimantan Barat merupakan provinsi yang dikenal dengan sungainya.

"Kita menambah kegiatan di Sanggau, yakni di Tayan, kirab menyusuri Sungai Kapuas dengan menggunakan 17 sampan dan membawa bendera merah putih. Nanti bersama Raja Tayan," katanya.

Di samping itu, rangkaian kegiatan KSN di Kalbar, akan diadakan kegiatan-kegiatan sosial dan keagamaan. Antara membersihkan parit, menanam pohon, menebar benih ikan, membersihkan masjid, ziarah ke makam ulama, zikir, salawatan, dan lain sebagainya.

Di tingkat nasional, KSN dimulai dari lima titik daerah terluar di Indonesia, yakni Sabang, Nunukan, Pulau Miangas, Pulau Rote, dan Merauke, pada 16 September sampai 26 Oktober 2018. Sebanyak 1.945 peserta kirab akan dilepas dari lima titik tersebut.

KSN direncanakan berakhir di Kota Yogyakarta pada 26 Oktober 2018. Pada acara puncak ini bakal dihadiri Presiden RI Joko Widodo.

Selain itu, di Yogyakarta, sebelumnya akan disenggarakan juga Global Unity Forum (GUF) II yang akan menghadirkan berbagai tokoh agama dan perdamaian dari dalam dan luar negeri. (*)

Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved