Tak Punya Ketua, Ini Pesan Ketua Pengadilan Tinggi Pada Wakil Ketua PA Mempawah

Pada kesempatan ini juga turut di hadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Drs. H. Marlihan Saifurrozi, SH. MH.

TRIBUN PONTIANAK / FERRYANTO
Kegiatan Perpisahan Ketua dan Perkenalan Wakil Ketua Pengadikan Agama Mempawah. Jumat (28/09/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak Ferryanto

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Pagi ini, Pengadilan Agama Kelas 1 B Mempawah telah melaksanakan acara pelepasan Ketua Pengadilan dan Pengenalan Wakil Ketua Pengadilan Agama Mempawah, yang di laksanakan di aula kantor Pengadilan Agama Mempawah. Jumat (28/09/2018).

Pada kesempatan ini juga turut dihadiri oleh Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Drs. H. Marlihan Saifurrozi, SH. MH.

Dirinya membenarkan bahwa, selama menjabat Ketua Pengadilan Mempawah Zulkifli Siregar tidak mempunyai Wakil, dan ketika Zulkifli memilki Wakil, Zulkifli di pindah tugas kan ke Pengadilan Samarinda.

Baca: Berikan Tindakan Tegas, 23 WNA Pencuri Ikan Asal Vietnam Dideportasi Rudenim Pontianak

Iapun mengatakan bahwa posisi Ketua Pengadilan Agama Mempawah setelah kepindahan tugas Zulkifli Siregar, akan kosong dalam beberapa waktu.

Oleh sebab itu, tugas yang ada akan di jalankan oleh Wakil Ketua Pengadilan Negeri yang baru yakni Dra. Hj. Taslimah, MH.

Marlihan mengatakan, kekosongan jabatan ini di karena kan adanya moratorium yang terjadi dalam beberapa tahun terakhir, sehingga tidak adanya penerimaan jabatan Hakim baru.

"Posisi ini akan kosong ya,,sampai nanti hakim - hakim yang Cakim sudah Defenitif Hakim, dan bisa mengisi Job - Job yang lain, karena memang hampir di seluruh Indonesia ini hampir kekurangan Hakim setelah moratorium,"ujarnya.

Ia menghimbau pada Wakil Ketua Pengadilan Mempawah saat ini, untuk selalu berkoordinasi dengan rekan - rekannya dalam pelaksanaan tugasnya.

"Ia akan melaksanakan tugasnya sebagai ketua, ya harus selalu berkoordinasi dengan seluruh hakim dalam melaksanakan tugas pokok kehakimannya,"ujarnya.

Di jelaskan ya, bahwa Pengadilan bukan hanya setelah di putus lalu selesai, namun harus selesai dalam berbagai hal hingga tuntas, sehingga kerja sama dengan Administrasi dan Teknis Justitia harus singkron.

"Harus koordinasi dengan teman - teman dalam pelaksanaan tugas dan pelaksanaan pencari keadilan, sehingga administrasi tuntas, putusannya pun tuntas,"pungkasnya.

Penulis: Ferryanto
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved