Penemuan Mayat di Kost-kostan di Pemangkat, Ini Kronologinya
ia melihat kipas angin di kamar korban (Bon Kian Fui/58) dalam keadaan hidup dan sandal milik korban berada di depan pintu
Penulis: Muhammad Luthfi | Editor: Madrosid
Laporan Wartawan Tribun Pontianak M Wawan Gunawan
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Kanit Reskrim Polsek Pemangkat Aiptu Pranoto mengatakan, sebelumnya pemilik Kost (Tjong Tsiw Ngo) pada hari itu bermaksud ingin mengangkat baju di jemuran yang terletak di lantai 2 kamar kos tersebut, Rabu (26/9).
Pada saat itu, ia melihat kipas angin di kamar korban (Bon Kian Fui/58) dalam keadaan hidup dan sandal milik korban berada di depan pintu kamar kos. Kemudian dia memanggil Korban namun tidak ada jawaban dari korban.
"Pada saat itu pemilik kos mau mengangkat jemurannya, melihat kipas dan sandalnya ada di depan kamar. Ia (pemilik kost) sempat memanggil korban, tapi tidak ada jawaban," ujarnya, seperti rilis yang di terima Tribun, Jum'at (28/09/2018).
Baca: Tingkatkan Pariwisata, Wabup Kayong Utara Bakal Tetapkan Target untuk Disporapar
Merasa curiga pemilik rumah kost menghubungi kakak kandung korban. Tidak berselang lama, kakak kandung korban yang tiba lansung memeriksa kamar kost korban.
Di TKP, Pemilik Kost dan kakak korban berusaha membuka pintu yang terkunci dari dalam tersebut. Namun tidak berhasil dibuka. Kemudian pemilik kost mencoba menghubungi Yan Wahyudi untuk meminta bantuan, membuka pintu kamar kost tersebut.
Setelah beberapa waktu, akhirnya pintu kost tersebut berhasil dibuka dengan cara dicongkel dan di dobrak paksa. Setelah pintu terbuka alangkah terkejutnya para saksi sudah melihat korban dalam keadaan tertelungkup di atas kasur busa dalam keadaan meninggal dunia.
"Saat berhasil dibuka paksa, mereka melihat korban sudah dalam keadaan tertelungkup dan tidak bernyawa," tuturnya.
Kemudian pemilik kost, kakak korban dan bersama warga yang lainnya langsung melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Pemangkat.
"Setelah dapat laporan, Personel kami langsung turun ke TKP," paparnya.
Sesampainya di TKP, Kanit Reskrim mengatakan anggotanya langsung melakukan pengamanan tempat kejadian. Dan meminta keterangan dari beberapa orang saksi di TKP.
"Beberapa orang saksi yang mengetahui kejadian tersebut kemudian dimintai keterangan. Dari keterangan merek tidak ditemukan adanya tanda-tanda yang mencurigakan ataupun tanda kekerasan dalam tubuh korban," jelasnya.
Dikamar korban juga ditemukan obat - obatan yang di duga sering di konsumsi oleh korban. Menurut keluarga, korban memang mempunyai riwayat sakit jantung dan diabetes.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/mayat_20180928_113011.jpg)