Perwakilan dari Kubu Raya Kecewa! Menpan Tolak Keluhan Tenaga Honorer, Ini Tawarannya

Solusi yang ditawarkan mereka melalui jalur P3K dengan perjanjian kerja, namun itu Menpan belum ada kepastian, ntah kapan?

Perwakilan dari Kubu Raya Kecewa! Menpan Tolak Keluhan Tenaga Honorer, Ini Tawarannya
ISTIMEWA
Pertemuan Kemenpan RB dengan Perwakilan Tenga Honorer Kubu Raya, Kepala BKPSDM Kubu Raya, Kusyadi dan wakil ketua DPRD Kubu Raya, Suprapto, Selasa (25/9) lalu. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak : Try Juliansyah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KUBU RAYA - Keluhan Tenaga Honorer K2 maupun Non K2 beberapa waktu lalu di kantor Bupati Kubu Raya, ditolak di Kemenpan.

Pertemuan antara Kemenpan dan perwakilan tenaga honorer yang didampingi Kepala BKPSDM Kubu Raya, Kusyadi dan wakil Ketua DPRD Kubu Raya, Suprapto di Jakarta, Selasa (25/9) kemarin.

"Menpan RB menolak semua aspirasi kami, melaui penyampaian DPRD dn BKPSDM, Perwakilan Honorer K2 dan Ikatan Guru Honorer non katagori Kubu Raya," ujar perwakilan tenaga honorer Kubu Raya, Irwansyah, Kamis (27/9)

Namun diakuinya Kemenpan RB menawarkan solusi dengan melakukan perjanjian kerja. 

"Solusi yang ditawarkan mereka melalui jalur P3K dengan perjanjian kerja, namun itu Menpan belum ada kepastian, ntah kapan?," katanya.

Baca: KPU Singkawang Buka Posko GMHP, Disini Lokasinya

Ia mengatakan nantinya Pemda yang diminta untuk mengajukan permohonan untuk P3K tersebut. Ia pun merasa sangat kecewa karena solusi yang diberikan tidak benar-benar menyelesaikan masalah yang dihadapi tenaga honorer. 

"Pemda disuruh Mengajukan permohonan untuk p3k itu yang blum jelas itu. Tapi kita ikuti saja lah denhan rasa kecewa," keluhnya. 

Namun ia tetap berharap ada revisi aturan terkait ASN yang berpihak kepada tenaga honorer K2 maupun non K2 nantinya. 

Baca: Sempurnakan DPTHP, KPU Kayong Utara Akan Buka Posko GMHP

"Tapi saya masih menungu Revisi UU ASN yang lagi dinahas oleh DPRI dan mentri terkait. Kami mohon dg sangat segerah sahkn itu, karena itu solusi payung hukum bagi honorer k2," tuturnya.

Ia mengaku telah berusaha semaksimal mungkin saat mewakili tenaga honorer Kubu Raya menghadap ke Menpan RB. Karena ia menilai tenaga honorer juga memiliki peranan penting dalam pembangunan khusunya dibidang pendidikan.  

"Saya sudah sampaikan dengan keras pada pertemuan selasa di Menpan RB. mohon pemerintah pusat mendegar aspirasi pemerintah Daerah dan DPRD KKR, karena honorer ini tidak di pandang pemerintah pusat sama sekali dan jauh dari perhatian kesejahteraan. padahal honorer  juga di butuhkan, terutama Guru," pungkasnya.

Penulis: Try Juliansyah
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved