Dilantik Gubernur Kalbar, Ini Komitmen Dua Pejabat Widyaiswara Ahli Madya

Tetapi bagaimana agar bisa menjadi penasehat untuk memberikan masukan-masukan kepada Pak Gubernur,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID / RIZKY PRABOWO RAHINO
Widyaiswara Ahli Madya Badan Pengembangan Sumber Daya Manusian (BPSDM) Provinsi Kalbar, Drs Bachtiar A MSi (kiri) dan Ir Bosman Hutahaean MM (kanan) saat diwawancarai usai pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan fungsional Widyaiswara di Aula Bhineka Tunggal Ika Kantor BPSDM Provinsi Kalbar, Jalan Moh Sohor, Kota Pontianak, Rabu (26/9/2018). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rizky Prabowo Rahino

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Gubernur Kalbar Sutarmidji melantik dan mengambil sumpah/janji jabatan fungsional Widyaiswara di Aula Bhineka Tunggal Ika Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) Provinsi Kalbar, Jalan Moh Sohor, Kota Pontianak, Rabu (26/9/2018).

Dua pejabat fungsional yang dilantik sebagai Widyaiswara Ahli Madya itu yakni Drs Bachtiar A MSi dan Ir Bosman Hutahaean MM.

Baca: Prabasa Pastikan Tak Ada Go Prabu di Kalbar

Ditemui usai prosesi pelantikan, Widyaiswara Ahli Madya itu yakni Drs Bachtiar A Msi dan Ir Bosman Hutahaean MM.

Widyaiswara Ahli Madya, Drs Bachtiar A MSi menegaskan dirinya akan melaksanakan arahan Gubernur Kalbar secara amanah dan profesionalisme. “Kita akan mengikuti arahan Gubernur Kalbar demi kepentingan daerah,” ungkapnya saat diwawancarai usai acara.

Bachtiar menimpali akan jalankan fungsinya sebagai Widyaiswara Ahli Madya dengan baik. Dirinya dan rekan-rekan sesama Widyaiswara tentunya akan segera merumuskan hal-hal penting guna merealisasikan arahan Gubernur Kalbar.

Baca: Paolus Hadi Harap Angka Laka Lantas Ditekan Semaksimal Mungkin

“Kedepan, kita ingin tugas kita tidak hanya sebagai pengajar saja. Tetapi bagaimana agar bisa menjadi penasehat untuk memberikan masukan-masukan kepada Pak Gubernur,” tandasnya.

Sementara itu, Widyaiswara Ahli Madya Ir Bosman Hutahaean MM menegaskan komitmennya untuk menciptakan dan meningkatkan kualitas Aparatur Sipil Negara (ASN) yang miliki daya saing tinggi. Termasuk, membentuk ASN yang fleksibel dan mampu mengikuti perubahan dari zaman ke zaman.

“Ya, kami komitmen untuk itu. Setiap ASN minimal 20 jam setiap setahun harus ada pelatihan. Kita akan arahkan agar terwujud di Pontianak. Supaya pengetahuan ASN ini bisa tingkatkan,” tukasnya.

Penulis: Rizky Prabowo Rahino
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved