Festival Kue Bulan di Singkawang, Ada yang Beda Kali Ini!

Namun ada yang berbeda dengan perayaan festival kue bulan yang akan digelar berbarengan dengan Rakernas Hakka Indonesia 2018

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ISTIMEWA
Replika kue bulan setinggi 4 meter untuk persiapan menyambut Rakernas Hakka 2018. 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Bella

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Setiap tahun, pada tanggal 15 bulan 8 tanggalan lunar, masyarakat Tionghoa akan merayakan festival kue bulan atau yang juga dikenal dengan Mid Autum Vestival, termasuk juga masyarakat Tionghoa di Kota Singkawang, Kalimantan Barat.

Namun ada yang berbeda dengan perayaan festival kue bulan yang akan digelar berbarengan dengan Rakernas Hakka Indonesia 2018, di Kota Singkawang.

Baca: PKS Beri Pembekalan Bagi Struktur Caleg PKS di Wilayah Sambas, Singkawang dan Bengkayang 

Baca: Polisi Sahabat Anak Polres Singkawang Hadirkan Polwan Cantik di TK Bruder

Dengan tema "Bersatu Padu Dalam Membangun Kebersamaan, Keharmonisan dan Kebulatan Tekad Untuk Kemajuan Hakka Indonesia Dalam Bingkai NKRI" kegiatan tahunan dari Perkumpulan Hakka Indonesia (Perhakin) ini diselenggarakan pada 24-26 September.

Diantaranya dengan membuat reflika Dewi Bulan setinggi 18 meter, reflika kue bulan setinggi 4 meter dan reflika 12 sio.

Semua itu dilakukan untuk menyambut para tamu, baik dari Hakka seluruh Indonesia juga para tamu undangan seperti Pembina Hakka Abadi Osman Sapta Odang, Gubernur Kalbar Sutarmidji, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono, Pangdam XI Tanjungpura Mayjen TNI Achmad Supriyadi dan para tokoh lainnya.

Hakka sendiri merupakan bagian dari komunitas Etnis Tionghoa yang ada di Indonesia.

Ketua Panitia, Tjhai Leonardi mengaku sangat kagum terhadap keberanian Ketua Umum Perkumpulan Hakka Indonesia (Perhakin) Singkawang, Sekaligus Walikota Singkawang Tjhai Chui Mie yang dengan berani mengambil tanggung jawab besar sebagai tua rumah.

Hal itu, tentu tidak terlepas dari berbagai pertimbangan, diantaranya jumlah terbesar Hakka di Indonesia ada di Singkawang, selain itu juga berbagai kuliner khas Kota Singkawang yang juga merupakan kuliner khas Hakka, seperti ayam garam, Wong Fu Kie dan lainnya.

Jika tahun lalu, ada sekitar 300 peserta, maka tahun ini melonjak dua kali lipat.

Halaman
12
Penulis: Rizki Fadriani
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved